Siapa bilang orang Indonesia tidak punya prestasi? Tahukah Anda bahwa salah satu profesor termuda di Amerika Serikat (AS) adalah orang Indonesia? Namanya Nelson Tansu. Pria yang lahir pada 20 Oktober 1977 ini lulus dari SMA Dr. Sutomo I Medan tahun 1995, lulus S-1 dan S-2 dalam Ilmu Matematika Terapan, Teknik Elektro, dan Fisika tahun 1998. Lalu melanjutkan hingga lulus S-3 dari Wisconsin University dan meraih gelar Ph. D. (Doktor) dalam bidang Teknik-Elektro pada Juni 2003. Pria ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya.
Hal yang luar biasa, ia telah diangkat sebagai Asisten Profesor pada Dept. Elektro-Teknik dan Teknik Komputer di PC Rossin College of Engineering & Applied Sciences, Pennsylvania dan di Pusat Teknologi Optik pada Lehigh University, Betlehem, Pennsylvania hanya dua bulan setelah diwisuda menjadi doktor. Kini. Nelson Tansu telah menjadi guru besar penuh (profesor) pada kedua perguruan tinggi yang sangat bergengsi di kawasan Timur Amerika Serikat itu. Mata kuliah yang pernah ia ajarkan antara lain Physics and Applications of Photonics Crystal kepada mahasiswa tingkat Ph. D., Semiconductor Device Physics pada mahasiswa tingkat akhir dan program master, dan Applied Quantum Mechanics for Semiconductor Nanotechnology pada mahasiswa tingkat doktor.
Apakah setumpuk prestasi tersebut membuat Nelson lupa Indonesia? Jawabannya tidak. Ia masih mengaku sebagai orang Indonesia, masih memegang paspor lndonesia, masih sering mengatakan bangga sebagai orang Indonesia dan dalam setiap perkenalan dengan orang yang baru ditemuinya ia masih memperkenalkan diri sebagai orang Indonesia. Bahkan ia menolak untuk jadi warga negara AS meski ia memenuhi persyaratan untuk itu. Padahal ia akan memperoleh gaji yang lebih besar jika ia mau jadi warga negara AS.
Kisah sukses luar biasa anak Indonesia ini seolah-olah setitik air sejuk di tengah gurun pasir yang panas merangas. Dirgahayu Indonesia!





0 komentar:
Poskan Komentar
Your say is my fuel. Comment please~