31 December 2010

The Journey of PLASMURATOR

Tau apa itu Plasmurator? Lalu bagaimana sejarah terbentuk huruf2 menjadi kata itu? Just cekidot gan!

Saya cuma mau cerita tentang kegiatan saya dan teman-teman saya beberapa bulan terakhir. Sampai pada puncaknya, saya dapat membuat jejak sejarah saya di Hanoi, Vietnam. (woot)


Oh ya, sebenernya ini cuplikan dari LPJ perjalanan kami yang dibuat mepet deadline, harap maklum kalo bahasa dan alurnya agak berantakan ^^v

# the background...

Perjalanan panjang hingga ke Hanoi, tentunya melalui tahapan-tahapan yang cukup unik dalam kelompok kami. Ikhsan Brilianto siswa kelas XI IPS dan Andreas Diga Pratama Putera siswa kelas XI IPA 8 SMA N 1 Yogyakarta tergabung dalam TSC (Teladan Science Club). Sedangkan, Ahmed Reza Rafsanzani
(red: saya) siswa kelas XI IPA 6 seorang anggota Teladan Robotic Club SMA N 1 Yogyakarta.

Bermula pada bulan Januari, Ikhsan dan Andre berencana membuat suatu penelitian guna mengikuti suatu perlombaan penelitian. Di samping itu membuat penelitian merupakan kewajiban, bahkan kebutuhan bagi seorang siswa SMA N 1 Yogyakarta yang tergabung dalam TSC. Memang, untuk dunia penelitian sudah dikenal Ikhsan sejak SMP. Sementara itu, Andre baru saja mengenal dunia penelitian semenjak masuk di TSC. Sehingga, Andre sering “maen” ke rumah Ikhsan untuk membicarakan penelitian serta rencana penelitian ke depan. Karena selain itu juga rumah Ikhsan dengan Andre cukup dekat.


Namun, setelah rencana penelitian terbentuk, Ikhsan sibuk dengan kegiatan lomba Olimpiade Sains Nasional dan begitu juga Andre disibukkan dengan seleksi AFS. Alhasil, penelitian tersebut tidak mampu terselesaikan.


# and the story began...
 
Tim terbentuk ketika Ikhsan Brilianto, Andreas Diga Pratama Putera, dan Ahmed Reza Rafsanzani sedang mengikuti acara di aula SKB Bantul sewaktu pesantren kilat. Kami yang waktu itu duduk di paling belakang bersandarkan tembok, membicarakan tentang ide awal untuk dikompetisikan dalam NYIA 3. Ide awal yang muncul dari Ikhsan adalah membuat sebuah wind generator yang diletakkan di belakang knalpot dan akan menghasilkan listrik yang disuplai sebagai sumber listrik motor pengganti aki.

Namun setelah ide tersebut dikaji berulang kali, tim menemukan kesulitan untuk merealisasikan ide tersebut. Wind generator harus menggunakan voltage stabilizer karena listrik yang dihasilkan tidak stabil. Akhirnya tim sepakat untuk melupakan ide tentang wind generator dan mengubah ide tersebut menjadi menjadi alat lain yang berguna bagi manusia. Lalu kami memilih tema penelitian tentang perlindungan lingkungan. Sekitar tiga hari googling, tim mendapat beberapa ide tentang pengurang emisi, dan yang tim pilih adalah teknologi plasma di antara teknologi lain, seperti zeolit.

Sebenarnya, tim sendiri juga kurang tahu apa itu plasma, bagaimana wujudnya. Kata plasma sendiri masih agak asing di telinga walaupun sudah pernah dengar. Waktu berjam-jam dihabiskan dengan googling untuk mencari tahu apa itu plasma dan bagaimana bentuknya. Kami mendapat sedikit pencerahan dan dapat sedikit membayangkan seperti apa plasma setelah mengetahui bahwa plasma merupakan wujud zat keempat selain padat, cair, dan gas. Plasma ini dibuat dengan memanfaatkan tegangan listrik, yaitu melalui dua elektrode yang diberi tegangan, sifat konduktor pada udara akan timbul yang secara bersamaan arus listrik mulai mengalir (fenomena ini disebut electrical breakdown) dan partikel yang melewati medan listrik antara dua elektrode akan terionisasi, lalu terikat ke elektrode, dan berubah wujud menjadi padat. Mekanisme kerja alat yang kami buat sebenernya simple: mengikat partikel emisi sehingga emisi yang keluar dapat direduksi. Kami juga bertanya kepada Pak Asrori dan Pak Yanto tentang konsep plasma, namun karena jawaban pak Yanto yang lebih ngedongi, kami memutuskan pak Yanto sebagai guru pendamping.

Sekitar seminggu sebelum deadline (30 Sep 2010), tujuan kami sudah jelas: membuat alat pengurang emisi berteknologi plasma yang efektif, efisien, murah, mudah diproduksi, mudah digunakan, dan portable. Kami menamainya PLASMURATOR, awalnya adalah singkatan dari PLASma MUffler geneRATOR, namun kata “muffler” dihilangkan karena ternyata muffler memang merupakan komponen pada knalpot yang berfungsi sebagai peredam. Sebenarnya, alat pada knalpot untuk mengurangi emisi kendaraan bermotor memang bukan hal baru, penemuan-penemuan terdahulu tak banyak mendapat tanggapan karena besarnya biaya dan usaha yang harus dikeluarkan untuk merekayasa dan mempertahankan fungsinya.

Sampai pada akhirnya, tim mengumpulkan karya tulis ke LIPI pada 2 Oktober 2010 pukul 14.00, hanya satu jam sebelum deadline yang diundur menjadi 2 Oktober. Kami sebenarnya juga masih ragu apakah alat ini benar-benar bekerja. Sebelas hari kemudian, LIPI memberitahu bahwa PLASMURATOR merupakan satu dari 15 karya yang lolos masuk ke final yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 20-21 Oktober 2010. Tim mulai membuat prototype PLASMURATOR yang terbuat dari bekas kaleng minuman lalu mengujikan prototype tersebut di laboratorium BLH DIY, ternyata hasil yang didapat cukup memuaskan dan mampu menghilangkan keraguan kami pada alat ini. Setelah semuanya siap, tim berangkat ke Jakarta didampingi oleh Pak Yanto. Dalam hal teori pengikatan partikel yang terionisasi, Pak Yanto sangat membantu sekali, semuanya dijelaskan secara santai namun tetap ngedongi.

Pada saat presentasi di hadapan kelima juri, tim mencoba menjelaskan dengan tenang dan sedetail-detailnya untuk memuaskan semua pengunjung dan para juri. Semua pertanyaan juri dapat tim jawab dengan cukup baik, kecuali satu pertanyaan “Kenapa alat ini ditaruh di sepeda motor? Padahal penyumbang emisi terbesar adalah mobil dan truk”. Karena pertanyaan itu diajukan oleh juri pertama, tim sempat gugup dan cemas karena jawabannya yang kurang memuaskan, namun pada juri-juri yang berikutnya, tim dapat mengendalikan situasi. Akhirnya penantian berujung pada sesi pengumuman. Tak kami duga, PLASMURATOR menjadi juara pertama, kami mendapatkan apresiasi berupa medali emas dan kesempatan mengikuti 7th IEYI 2010 di Hanoi, Vietnam. =)

Seusai luapan euforia kemenangan, kami tetap fokus dalam persiapan IEYI, terutama dalam pembuatan PLASMURATOR permanen untuk sepeda motor dan mobil. Riset desain dan pengembangan alat memakan waktu yang paling lama dalam penelitian ini. Dalam hal ini, tim bekerjasama dengan sebuah bengkel las aluminium yang terletak di dekat IKIP PGRI. Kami beruntung mendapatkan tukang las yang terlihat jenius dan membantu kami dalam mendesain PLASMURATOR. Minggu terakhir sebelum keberangkatan ke Vietnam, alat baru jadi, itupun masih ada kekurangan. Tim bergegas menguji PLASMURATOR di laboratorium BLH Kota Yogyakarta, dan menunjukan hasil yang cukup signifikan dalam pereduksian kandungan gas-gas emisi.

Tiga belas Desember kami berangkat ke Jakarta, bergabung dengan empat tim lain dalam delegasi. Keesokan harinya kami sudah mendarat di Hanoi. Sama seperti yang kami lakukan di Jakarta dulu, kami mepresentasikan karya kami dengan jelas dan sedetail mungkin, bedanya kali ini memakai bahasa inggris. Dalam dua hari exhibition, kami menghadapi 8 juri yang berasal dari berbagai negara. Malam penghargaanpun tiba, lagi-lagi dengan tak terduga, kami mendapat apresiasi berupa medali emas. Padahal kami tidak menargetkan untuk mendapat medali emas, yang penting kalau usahanya maksimal, insya Allah hasilnya juga akan baik. Alhamdulillah :D

Indonesia delegations in 7th International Exhibition for Young Inventors 2010 in Vietnam

A. Gold Medal

1. Plasmurator (Plasma-Generator) As Effective And Efficient Pollutant Reducer From Motor Vehicle Emission
By:

Ikhsan Brilianto
Andreas Diga Pratama Putera
Ahmed Reza Rafsanzani
SMA Negeri 1 Yogyakarta

B. Silver Medal

1. Rotating Sprayer Herbicide (Solution for Plantation Problem)
By Priyanka
Eddy Yuristo NS
REIJEFKI IRLASTUA S.
SMA N Plus 17 Palembang

2. Fertilizer Pot and Fertilizer Plate: The New Method Of Giving Practical And Hygienic Fertilizer
By Delphine Yusticia Ratnasari
Erlinda Nurul Kusuma
Maria Fransisca Simbolon
SMA Negeri 6 Yogyakarta

C. Bronze Medal

1. Paint Brush container
By Agata Nina Puspita
Revi Serviyani Dina Pertiwi
SMA Stella Duce 1 Yogyakarta

D. Other

1. 2 in 1 Tooth Paste (GOSTA GIGI)
By
Fadhil Andhika Putra
Ilga Yulian Putra
Fajar Satria Pratama
SMA Negeri 3 Padang

Photos Gallery




# ..... desember 2013..... #


Gak tau kenapa saya selalu inget momen ini setiap bulan Desember menyapa. 
Terutama ketika hujan mengiringinya. Tak terasa sudah 3 tahun.
I guess I just miss you all :)) :')

Mungkin waktu itu kita hanya bersama selama seminggu. Tapi justru dalam hitungan hari itulah, kita bersyukur bisa saling mengenal satu sama lain. Bersama-sama, berjalan beriringan di tengah negeri yang asing. Hingga tumbuh perasaan di antara kita. Perasaan yang dapat menyatukan hati kita kembali, perasaan memiliki layaknya sebuah keluarga. Tak peduli dengan omongan orang lain di sekitar (karena emang gak ngerti bahasanya). Seolah negeri paman Ho milik kita sedelegasi.

Gak ada yang lebih keren daripada tersesat di negeri orang bersama orang-orang yang baru kamu kenal. If you have this chance, just go for it. You won't regret it.

***

No comments:

Post a Comment