10 August 2011

Behind the story of a life phenomenon

Dulu waktu saya masih newbie di teladan, saya bener-bener gak dong-an tentang atmosfer kegiatan nonakademis di sekolah ini. Saya telah merasakan efek malu bertanya. Akibatnya, saya tidak tahu kemana saya harus pergi setelah jam pulang sekolah karena banyaknya ladang ilmu yang tersedia di teladan, beberapa terletak di samping lapbas. Sehabis GVT ada promosi mati-matian di sana demi menyukseskan open recruitment masing-masing organisasi. Ada juga yang ngajak saya ikut TSC, Sigma, TJRC, THA, NP, dll. Tapi justru keseimbangan feeling saya muncul pada TSC dan Sigma :S

Saya akui saya memang tertarik berkreasi dengan berbagai hal, membuat hal-hal baru yang dapat berguna (atau setidaknya impresif di mata awam), juga sangat ingin bisa menulis dengan baik dan koherensif. Di sisi lain, saya ingin memanjakan mata-mata manusia dengan desain yang saya buat daripada manusia-manusia tersebut stress karena kebanyakan melihat dunia yang fana ini :P

Namun keseimbangan ini berakhir dengan tragis: sebuah keputusan yang mengubah hidupku di teladan. Selamanya. #woot

Saya memilih untuk tidak memberatkan salah satu titik keseimbangan tersebut.
Saya pilih jalan tengah (?)
Kamsudnya saya memilih untuk tidak meramaikan bursa open recruitment di dua organisasi tersebut.
Saya gak tau kenapa, mungkin karena terlalu banyak perhitungan sampai recruitment udah tutup :S

Konyol memang. Tapi kayaknya enak juga ya punya keluarga yang spesial dan sehobi di sekolah *_*

Tapi ra masalah! Pulang cepet adalah berkah yang harus dioptimalkan \m/ hehe

Sampai beberapa bulan kemudian saya bergabung dengan klub robotik teladan karena sesuai dengan ketertarikan saya. Awalnya anggota klub robotik itu banyak, tapi lama-lama pada fading away mungkin karena kegiatannya yang racetho, larutnya kebanyakan teori yang masih belum friendly sama orang-orang awam, dan kurang praktik, efeknya: kurang prestasi tentunya.

Prospek robotika di Indonesia sendiri sudah cukup terasa "rame" walaupun masih dalam batas-batas inovasi yang terkadang dipandang sebelah mata. Namun prospeknya di teladan masih terombang-ambing karena minimnya support pihak yang berwajib, terlebih lagi saat saya mengetahui kalo robotik itu baru legal di teladan pada tahun ajaran 2011/2012, berarti selama 3 tahun ini robotik itu ilegal wkwkwk. Walaupun baru menyumbang sedikit piala untuk dipajang, tapi kok yo ngono to.. :hammer:. Tidak jarang juga dalam setiap lomba yang saya ikuti, dompet pribadi saya menipis akibat pengorbanan saya #wuess, bahkan untuk uang pendaftaran sekalipun. Belum lagi kalo LCD atau mikrokontrolernya yang rusak, beuh nyeseknya kerasa banget. Nggak heranlah kalo banyak yang meninggalkan robotik :D haha

Kegiatan di klub ini ternyata memang out of mainstream, berkali-kali berkompetisi dalam ajang regional maupun nasional, hasilnya belum juga memuaskan. Mungkin memang kami sendiri yang masih kurang terampil dibandingkan dengan klub-klub robotik dari sekolah lain, tapi setidaknya sudah berusaha maksimal. Dalam persiapan lomba-lomba itu, tak jarang kami berpeluh keringat hingga kegelapan malam menyergap di laborarotium komputer, seakan menjadi juru kunci labkom. Tak jarang juga kami touring keliling jogja hanya sekedar untuk mencari komponen dan bahan-bahan robot, tapi setelah bahannya ketemu, tak jarang juga kami kaget kalo harganya mahal (T.T) Tapi banyak pengalaman yang manis, pahit, asik, walaupun agak edan lah, hahaha.
 

Tibalah pada suatu titik dalam relativitas waktu, label saya sebagai cah robotik membuat saya tertarik ke dalam suatu kegiatan yang keren, membawaku pada suatu titik pencapaian yang tak pernah kuduga sebelumnya. Saya mendapatkan banyak ilmu dari kegiatan tersebut, baik tentang kepenulisan, desain grafis, perancangan model, dan sains. Pengetahuan saya serasa di-charge dengan sumber ilmu. Titik pencapaian yang insya Allah akan menjadi awal terbentuknya titik-titik pencapaian lainnya.

Suatu kebetulan kah? Menurut saya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semuanya telah diatur baik oleh Sang Pengatur maupun oleh manusia itu sendiri.

Alhamdulillah, thanks God for everything!
Thanks reader :D

No comments:

Post a Comment