30 November 2012

Hikmah Kuliah Kosong: Upcoming Computing Trends

Kamis siang kemarin, saya diajak oleh teman saya untuk mengikuti seminarnya anak-anak Himakom yang bertajuk Techno Update di auditorium Fakultas Biologi UGM. Niat awalnya cuma waktu itu dumping waktu kuliah yang kebetulan dosennya pada gak dateng semua. Well, bukan kebetulan juga sih, udah sejak Rabu saya ngampus tapi ajaibnya dosennya gak ada yang masuk -__- kita lihat saja apakah Jumat pagi ini dosen KonFis masuk LOL. Oke kembali lagi, ternyata seminarnya emang worth untuk diikuti. Selain dapet pengetahuan tentang tren komputer di masa mendatang, ternyata juga dapet makanan gratis dan sertifikat. Seminar yang disponsori oleh Intel ini menghadirkan JagatReview[dot]com sebagai narasumber utama.

Intinya, kali ini saya akan cerita hal-hal menarik yang saya dapatkan sewaktu mengikuti seminar. So here we go.

Presentasi pertama, salah satu presentasi yang paling menarik dari seminar tersebut ialah presentasi dan demo mengenai Intel NUC (Next Unit of Computing). Intel NUC adalah PC yang hanya berukuran 4 inch x 4 inch. Yap! cuma 10,2 cm x 10,2 cm! Dan di demo tersebut, Intel NUC ini dicoba performanya dengan beberapa game seperti PES 2013 dan COD Black Ops, tanpa diduga, keduanya run smoothly dengan frame rate sekitar >50 fps untuk PES dan >30 fps untuk COD Black Ops. Saya masih ingat, saat itu semua audience langsung pada "woooow" LOL. Tapi ini emang stunning banget. Selain performa yang cukup powerful, konsumsi daya Intel NUC ini ternyata cuma 10-25 watt atau setara dengan lampu neon rumahan which is 1/5 konsumsi daya PC biasa. Intel NUC ini sangat cocok digunakan sebagai embedded computer, misalnya, dikolaborasikan dengan smart TV.

Selanjutnya, ada demo SSD versus HDD. Isu ini emang lagi hot banget, karena banyak kalangan beranggapan bahwa saat ini pake Harddisk (HDD) itu lebih worth daripada pake SSD yang notabene masih dianggap mahal. [Mungkin] karena gak terima dengan anggapan tersebut, sang narasumber pun ingin mengungkap fakta yang sebenarnya melalui demo ini. Parameter yang digunakan dalam 'pertandingan' ini ialah kecepatan mengeksekusi 'set actions' dalam Adobe Photoshop di atas notebook yang sama. Keduanya diberikan satu 'set actions' yang sama juga. Demo pertama memberikan kesempatan kepada HDD untuk di-test dan tercatat bahwa dengan HDD 'set actions' yang ada di Photoshop tersebut terselesaikan dalam waktu sekitar 8 menit. Sang narasumber mencongkel casing beserta HDD-nya dan menggantinya dengan SSD yang isinya udah dikloning sama HDD tadi. Dan sekarang, giliran SSD untuk menunjukan taringnya. Tercatat bahwa dengan SSD, 'set actions' yang ada di Photoshop tersebut terselesaikan hanya dalam 3 menit, atau sekitar 125% lebih cepat dibandingkan HDD. Wush! penonton terbelalak lol. Kenapa bisa demikian? Karena Windows membutuhkan swap memory yang berjalan di atas storage utama, dalam hal ini HDD dan SSD, padahal kecepatan baca tulis SSD = 6x kecepatan HDD, sehingga komputer terasa semakin cepat. Lebih lengkapnya bisa dilihat di sini

Narasumber sempat memberitahu bahwa sebenarnya kita tidak boleh mengguncangkan/memindahkan laptop sewaktu menyala, apalagi laptop yang masih menggunakan HDD, karena laptop zaman sekarang belum ada yang 100% tahan guncangan. Namun, bila laptop sudah menggunakan SSD, potensi kerusakan karena guncangan dapat berkurang drastis.

Next, presentasi mengenai overclocking. Sebenarnya saya tidak terlalu paham dengan presentasi ini karena yang dibahas memang bener-bener dunia OC banget XD Intinya, Indonesia adalah negara overclockers peringkat 3 di dunia; overclocking itu merupakan hobi yang menyenangkan, baik bagi sang OC-ers maupun bagi pedagang prosesor; Intel mengeluarkan prosesor seri K yang memang didesain khusus untuk overclock.

Terakhir, presentasi mengenai Ultrabook. A laptop when you need it, a tablet when you want it. One click, tap or swipe, and your world won't be the same

Ultrabook merupakan rancangan notebook masa depan dari Intel yang menyatukan keunggulan yang dimiliki notebook dan tablet serta menjadi generasi baru dari perangkat yang menggabungkan respon kinerja, keamanan, ringan, dan faktor bentuk yang elegan dikelasnya.  

Karena istilah 'Ultrabook' ini merupakan ide dan trademark-nya Intel, maka vendor-vendor lain yang ingin mengeluarkan 'Ultrabook' harus mematuhi spesifikasi dari Intel agar produk mereka dapat menyandang nama 'Ultrabook'. Secara umum, Ultrabook memiliki spesifikasi minimum antara lain sebagai berikut.

  1. Ketebalan Ultrabook antara 3 mm diukur dari sisi tertipis dan memiliki berat antara 1,12 kg sampai 1,36 kg,
  2. Ultrabook harus diotaki prosesor core i5 dan core i7,
  3. baterai ultrabook tidak dapat dilepas dan sudah menyatu dengan casing atau unibody,
  4. meskipun tipis dan ringan Ultrabook memiliki durabilitas yang kokoh dan terasa sangat solid ketika digenggam,
  5. menggunakan SSD.
Overview

Perkembangan teknologi komputer di beberapa tahun yang akan datang akan terfokus pada peningkatan performa kecepatan respon, fleksibilitas penggunaan, dan konsumsi energi (isu utama). Sebenarnya, vendor prosesor seperti Intel bisa saja langsung menciptakan prosesor dengan clock yang sangat tinggi, misal 6GHz atau 8GHz. Namun, yang menjadi perhatian para peneliti bukanlah performa saja, melainkan juga sisi fleksibilitas dan konsumsi daya yang rendah. Tiap tahunnya, Intel selalu mengeluarkan prosesor berdaya lebih rendah dengan performa yang sama atau lebih baik. Vendor-vendor komputer juga berkompetisi menciptakan device dalam bentuk dan ukuran yang lebih kecil, sehingga nantinya device komputer semakin portable dan berpotensi dapat digabungkan dengan device lain (embedded computer). Dalam bidang storage, media penyimpanan data berbasis magnetik akan perlahan-lahan ditinggalkan dan digantikan dengan penyimpan data yang lebih statis, seperti Flash-based storage dan memory transistor.

Di masa mendatang, mungkin definisi device (komputer,tablet, notebook, netbook, handheld, smartphone) akan menjadi rancu karena semua device akan memiliki fitur yang sama-sama multifungsi, sehingga hanya akan dikenal dua istilah: komputer dan nonkomputer :D Contoh yang paling nyata saat ini adalah komputer tablet dengan smartphone; notebook dengan netbook.

Sekian. Semoga pos ini dapat memperjelas visi pembaca mengenai teknologi komputer yang akan keluar dalam beberapa tahun kedepan :)

23 November 2012

The [Super] Power of Social Media for Creative Industry



     Ini bukanlah kisah. Kisah tentang bagaimana orang-orang inovatif menginjeksikan khayalan yang ada di dalam kepala mereka ke dalam sebuah realitas yang dapat mempengaruhi publik.

     Ini adalah fakta. Fakta tentang bagaimana orang-orang inovatif menginjeksikan khayalan yang ada di dalam kepala mereka ke dalam sebuah realitas yang dapat mempengaruhi publik.

     Khayalan-khayalan keluar dari pikiran mereka. Entah itu sekadar fantasi, keinginan, mimpi, ataupun berbagai hal abstrak dan gila lainnya. Mereka menyebut khayalan itu dengan sebuah nama yang unik: 'ide'. Namun, ide tersebut tidak akan banyak mendapat atensi jika hanya sebagian kecil saja yang menikmati. Diperlukan promosi gila-gila-an untuk menarik hati masyarakat. Untungnya, manusia tidak pernah kehabisan akal dalam hal memanfaatkan hal-hal disekitar mereka. Oportunis? Jelas, kesempatan tidak selalu terulang bung! Mereka pun berlomba memanfaatkan berbagai social media yang saat ini memang lagi hype-up.

     Social media? Apa itu? Menurut Wikipedia, media sosial adalah semua media online yang memungkinkan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Sosial media meliputi situs jual-beli, blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan berbagai utilitas dunia virtual lainnya.

     Bukanlah tanpa alasan untuk menggunakan social media, karena social media ini memang sebuah fenomena yang cukup mengesankan. Kita lihat saja Facebook dan kawan-kawannya, bayangkan, jutaan orang berbondong-bondong mendaftarkan diri mereka secara sukarela tanpa diperintah oleh siapapun. Jika social media ini adalah pasar dari produk yang kita buat, tentu kita akan langsung senang bukan kepalang, karena target pasar kita datang dengan sendirinya secara 'ajaib'. Dasar pemikiran seperti inilah yang menghiasi orang-orang inovatif tersebut. Mereka mengobral ide melalui berbagai macam social media yang tersedia di internet.

Mereka-mereka yang mengobral ide dan dapat mencuri perhatian publik:


1. The Oatmeal - theoatmeal.com



     The Oatmeal berawal dari sebuah blog yang dikelola oleh kartunis Matthew Inman yang kemudian berkembang pesat karena banyaknya konten atraktif yang mengundang banyak visitor. The Oatmeal aktif membuat berbagai macam karikatur, gambar, dan komik pendek online yang berselera humor.

   Kesan pertama yang akan kalian dapatkan sewaktu berkunjung ke theoatmeal.com adalah full picture. Sekilas,  memang terkesan pembunuh bandwith, namun jika kita bersabar sedikit saja, kita akan menemukan bagaimana The Oatmeal menuangkan ide-ide kreatif. Dengan bersenjatakan karakter yang khas dengan gaya bahasa yang unik, The Oatmeal dapat membangun karakter dan ciri khas dari brand industri kreatif mereka.
Hasilnya? Yap! The Oatmeal sukses menjual suvenir dan buku 'karakter' mereka ke berbagai penggemar di belahan dunia. Menurut Inman, usahanya ini menghasilkan USD 500,000 tahun lalu, atau sekitar (4,5 miliar rupiah). Wush!

    Itu belum semuanya, apa yang dilakukan The Oatmeal kali ini benar-benar 'wow' kuadrat. Sekitar bulan Agustus 2012 yang lalu, The Oatmeal berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$1 juta (1 juta USD) hanya dalam 9 hari! What else for?! Berawal dari komik ini, lalu dilanjutkan dengan adanya ini, dan akhirnya berhasil! The Oatmeal berhasil mengungkapkan kebenaran sejarah  melalui komiknya (bukan dengan buku sejarah!) dan mampu mengajak masyarakat menyumbangkan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Tesla Science Center. Berita ini sempat jadi hot topic di US sana. Bukti bahwa social media memiliki kekuatan yang besar untuk menggerakan massa.

 2. 9GAG - 9gag.com


     Siapa maniak internet yang tidak tahu situs ini? 9GAG adalah sebuah social media berbasiskan gambar yang diupload oleh user dari situs tersebut.

      Jika kita telusuri, humor-humor di 9GAG ini ternyata membentuk berbagai tren humor di kalangan pembacanya. Misal kata-kata seperti "WTF is this sh*t", "One does not simply", "dafuq!?", "Go home.., you're drunk", "Forever alone" yang dipopulerkan oleh post-post di 9GAG menjadi sering digunakan oleh pembaca 9GAG dalam pergaulan sehari-hari, dan mereka bangga menggunakannya. Hal ini menyebabkan banyak para oportunis bisnis yang membuat dan menjual berbagai suvenir dan aksesoris yang berkaitan dengan tren dari 9GAG. Lihat saja, banyak sekali industri kreatif yang menggunakan internet meme yang dipopulerkan di 9GAG, mulai dari T-Shirt, baju, tas, dan sebagainya. 

     Secara tidak langsung, 9GAG juga ikut mempengaruhi selera pasar yang ditargetkan oleh para pelaku industri kreatif. Terlebih lagi, user-user di 9GAG berlomba-lomba memamerkan hasil kreativitas mereka sehingga tren humor di 9GAG akan terus berkembang dan selalu relevan dengan selera humor internasional. Benar-benar sesuatu yang mencengangkan ketika 9GAG sendiri sebagai industri kreatif bisa mempengaruhi industri kreatif lainnya. Wow!

     Tidak hanya itu, bagi sebagian orang, mereka juga melihat 9GAG sama halnya dengan jejaring sosial, sama ajaibnya ketika orang-orang secara otomatis mengunjungi produk yang kita buat. Alhasil, 9GAG sangat berpotensi digunakan untuk media promosi secara humoris, efektif, dan gratis tentunya!

     Pada Desember 2011, 9GAG telah mencatat 1 milliar pageviews  bulanan dan menempati Alexa rank 253 situs paling populer di dunia. 9GAG telah berkembang pesat menjadi industri kreatif yang 'kehujanan kreativitas' dari para user-nya.

    Kedua contoh di atas merupakan sebagian contoh kecil dari betapa hebatnya kekuatan social media. Keduanya sama-sama sukses dan mempunyai beberapa persamaan:
  1. Ide yang unik
  2. Konsep yang kreatif
  3. Brand yang berkarakter
  4. Dikemas secara menarik!

     Namun sayangnya, berbagai situs social media ini juga sering digunakan oleh oknum tertentu untuk melancarkan propaganda. Propaganda ini dilakukan dengan melakukan pencitraan dan mengarahkan pembaca dalam pembentukan opini tertentu. Ya, social media memang begitu mengerikan, seperti api, bisa memberi keuntungan yang luar biasa atau memberi kehancuran yang tak terduga. Social media adalah sebuah kekuatan super. Berhubung kita adalah orang yang (semoga) kreatif dan inovatif, mari gunakan social media secara positif semaksimal mungkin!

       Go business, go social media! Seperti apa yang dilakukan Prasetiya Mulya Business School, mereka mengaplikasikan bisnis ke berbagai aspek potensi yang ada. Benar-benar patut dicontoh.

8 November 2012

[true story] Kompilasi Pengalaman Eksistensi Interdimensional

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami hal-hal yang absurd  di hidup kita. Malahan, terkadang hal-hal yang sering kita anggap absurd itu nggak cuma keliatan absurd aja, tapi juga keliatan ngeyel sama hukum fisika. Melayang, transparan, untouchable, dan kemunculannya yang mak jegagik adalah beberapa contoh konsekuensi dari ke-ngeyel-an tersebut :p Termasuk saya sendiri pernah mengalaminya secara langsung. Kalo ditanya berapa kali? Entahlah, tapi yang jelas lebih dari satu.

Okelah, mari kita mulai saja menguak memori-memori itu :D Ojo wedi lho! wahaha


1. What was that?! - sometime in 1999/2000 @ Rumah Simbah

Kejadian ini udah lama banget, pas aku masih TK sekitar tahun 1999 atau 2000. Waktu itu aku lagi maen sama tetangga, teman se-TK, sekaligus saudaraku yang bernama Indra. Kami maen di rumah simbah kami karena emang rumahku, rumah Indra, dan rumah simbahku itu cuma tetanggaan aja. Sedangkan rumah Indra dan rumah simbahku masih dalam satu komplek kebun, cuma dibatasi pagar.
 

Setelah pulang dari TK, aku sama Indra langsung janjian maen di rumah simbah. Pas itu di rumah simbahku cuma ada aku, Indra, sama Om-ku (sebut aja om Rudi) yang lainnya lagi pada pergi. Aku sama Indra lagi di kolam simbah maen kapal-kapalan dari kayu yang udah dibuatin sama om Rudi, kebetulan emang om Rudi ini emang orangnya kreatif dan produktif. Tapi pas kita lagi maen, om Rudi izin pergi katanya mau fotokopi dulu, jadilah cuma aku sama Indra aja yang jadi penunggu rumah.

Beberapa saat kemudian, karena udah capek maen, aku ngajak Indra buat minum nutrisari di dalem rumah. Kami pun langsung bergegas meninggalkan kolam di kebun dan berniat masuk rumah. Oiya, sebelumnya, pintu yang membatasi antara kebun dan rumah simbahku itu double door, pintu sekaligus bisa buat jendela gitu, mirip kayak kulkas yang dua pintu. Nah, pas waktu itu, bagian atas pintu itu (jendela) dalam keadaan terbuka. Sebelum masuk rumah, aku sama Indra ngobrol dulu tepat di samping pintu itu (bukan di depannya lho). 


Pas lagi ngobrol, karena aku yang menghadap pintu itu, tiba-tiba aku liat ada sesuatu yang keluar dari jendela itu. Itu... 
ITU TANGAN! Sebuah tangan yang dengan asyiknya bersandar di jendela yang menganga! Ngawe-awe. Aku masih ingat betul tangan itu, kulitnya gelap, besar, dan berbulu, singkat kata, mirip tangan hewan primata semacam gorilla, cuma waktu itu gak ngitung sih berapa jarinya.

"Woh! Opo kuwi ndra?" tanyaku. Indra bergegas berbalik badan.
"Ah om rudi ki medeni," jawab Indra.

Kami berdua langsung menghampiri tangan tersebut. Bahkan aku sempet pengen megang tangan itu -_- langkah demi langkah kami semakin mendekat.... dan ketika kami menengok ke dalam pintu... Jeng jeng! Tak ada apapun yang kulihat, kecuali sesosok 'sesuatu' besar hitam gelap dan dua buah mata yang menyala merah mirip LED superbright!

"Waaaaaaaaaaaaaaaa!", refleks kami berdua langsung lari.

Kami berdua lari ke halaman rumah Indra dan *klothak!* Indra ngambil dua buah kerikil yang langsung ditembakkan ke arah pintu itu. Indra langsung manggil bapaknya dan cerita apa yang barusan terjadi. Beberapa saat kemudian, Kami berdua plus bapaknya Indra langsung ngecek ke TKP lagi and... kosong. 

Everything seemed normal.
So, What was that?!

Tunggu cerita selanjutnya! Sekarang belajar dulu \m/

3 November 2012

Perbedaan HDD dengan SSD

Hard Disk Drive (HDD) adalah media penyimpanan (storage) informasi digital berbasiskan magnetic platters yang berputar dengan sangat cepat sebagai memori dan magnetic heads yang berfungsi sebagai penulis/pembaca memori. Sedangkan, Solid State Drive (SSD) adalah media penyimpanan (storage) informasi digital berbasiskan DRAM atau Flash sebagai penyimpanan memori. Perbedaan mendasar dari keduanya:

Hard Disk Drive:
1. Menggunakan magnetic platters yang menimbulkan suara bising bila berputar
2. Start-up time memakan waktu karena harus mempersiapkan segala komponen di dalam HD
3. Data transfer rate tergantung kecepatan  platters dan letak data, rata-rata sekitar 50-100 MBps
4. Potensi kehilangan data membesar jika tidak bekerja pada suhu optimal
5. Bila terpengaruh dengan medan magnet eksternal, data yang terekam di platters bisa hilang
6. Mudah rusak jika terkena goncangan, karena heads dan platters bisa crash sehingga data magnetis yang terekam dapat menghilang
7. Harga HDD sekitar USD 0.05/GB sampai USD 0.01/GB atau IDR 500/GB sampai IDR 1000/GB (pertengahan tahun 2012)
8. Memiliki potensi harapan hidup 20-30 tahun, Potensi harapan hidup dengan pemakaian maksimal 3-5 tahun.

Solid State Drive:
1. Start-up time hampir tidak ada (dapat diabaikan karena dalam milisekon)
2. TIdak mengeluarkan suara bising karena memang tidak ada komponen yang bergerak
3. Lebih hemat daya listrik dibandingkan dengan HDD
4. Lebih kebal terhadap guncangan, getaran, dan temperatur yang tinggi.
5. Data transfer rate relatif konstan, mencapai sekitar 600 MBps
6. Karena dapat menyimpan data meskipun catu daya tidak ada, kelak teknologi SSD ini jika digabungkan dengan teknologi Memristor (Memory Transistor) membuka kemungkinan tercapainya pembuatan sebuah komputer yang dapat dihidup-matikan layaknya sebuah televisi, sehingga istilah start-up, shut down, hang, blue screen dan sejenisnya hanya akan menjadi lembaran hitam dalam catatan sejarah saja.
7. Harga SSD berbasis NAND flash sekitar USD 0.65/GB atau IDR 6000/GB (Februari 2012)
8. Memiliki potensi harapan hidup hingga 140 tahun, Potensi harapan hidup dengan pemakaian maksimal 50 tahun.

Referensi: satu | dua | tiga | empat

28 October 2012

Sekul(i)ah

... udah 2 bulan saya merasakan atmosfer perkuliahan di FMIPA UGM. Bukan waktu yang singkat untuk beradaptasi dengan sebuah sistem yang bener-bener baru bagi saya. Salah satu efek adaptasi tersebut ialah apa yang sedang saya lakukan sekarang ini, minggu kemarin UTS dan besok juga masih UTS, dan dari tadi pagi saya cuma ngenet hahaha -_-

Entahlah, sepertinya terlihat terlalu santai, tapi aktivitas selama kuliah ternyata tetep berisi. Mungkin inilah gambaran umum dunia kuliah, apalagi bagi mereka yang ngambil prodi Elins.

Temen-temen aja banyak yang bilang kalo semester pertama di Elins tuh paling santai seantero UGM. LOL. Liat aja tuh prodi-prodi lain pada ribut masalah tugas sama laporan praktikum yang ngabisin tinta pulpen. Semester pertama di Elins belum ada praktikum sama sekali, tugasnya juga relatif gak sulit buat dikerjain para lulusan SMA.

Kalo ditanya bedanya sekolah sama kuliah? jelas beda banget! Berikut hasil observasi saya selama berkelana di dunia perkuliahan *pret

Contohnya ketika kita membandingkan antara sang dosen yang memberi tugas buat mahasiswa nya dan sang guru di sekolah memberi tugas buat murid nya. Ternyata reaksi mahasiswa dan murid sekolah terhadap tugas yang diberikan itu beda lho! Mahasiswa cenderung lebih semangat dan serius dalam proses ngerjain tugasnya, sedangkan murid cuma cenderung mengerjakan tugas cuma buat menggugurkan kewajiban aja, istilahnya "yang penting ngumpulin!".

Eh tapi, bukannya anak kuliahan itu juga mantan anak sekolahan ya? Nah, itu dia sebuah fenomena menarik yang sudah saya rasakan selama 8 minggu kuliah. Dunia ngampus ternyata membentuk sebuah budaya tersendiri. Di dalam budaya tersebut terdapat norma yang jadi pakem kebiasaan kehidupan mahasiswa yang setiap kampus biasanya punya keunikan. Budaya yang terbentuk ini juga gak lepas dari perubahan kebiasaan.

Dari yang setiap hari pake seragam selama 12 tahun, sekarang pakaian bebas sopan. Dari yang setiap hari masuk kelas full day, sekarang masuk kelas cuma beberapa jam dalam 5 hari. Perubahan-perubahan tersebut mengubah pola pikir mantan siswa yang udah mhs jadi merasa lebih bebas hidupnya, namun dihadapkan oleh kesadaran akan berbagai tantangan di hadapan mereka. Sekaligus menguatkan pernyataan bahwa hidup itu gak cuma study-oriented, tapi belajar itu barulah setengah bekal dalam membangkitkan asa untuk membangun masa depan. Hmm..kayaknya kehidupan yg lebih seru baru muncul setelah lulus S1 nanti. Someone said, "Life begins at twenty."

19 September 2012

Pengalaman Mengikuti SNMPTN Tulis

Blogpost kali ini saya dedikasikan untuk pengalaman saya (?) sekitar bulan Juli yg lalu.
Judulnya juga dibuat se-mainstream mungkin biar post ini ngeksis di google... 
btw, kalo mau langsung baca cerita intinya mulai dari #part2 ya \o/


#prolog

Semua kisah ini berawal dari akhir tahun 2011. Antusiasme dan kegalauan anak-anak kelas dua belas tercurah pada dua event braingasm massal berskala nasional, sebut saja mereka Ujian Nasional dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Ngeri Negeri. Ternyata kegalauan saya juga ikut terpacu dengan banyaknya isu-isu yang beredar waktu itu, salah satu yang paling hyped-up adalah penggunaan nilai UN sebagai salah satu parameter agar bisa masuk PTN, walaupun akhirnya tahun 2012 ini belum jadi :P Coba bayangin aja kalo jadi, nyatanya kecurangan-kecurangan di UN masih gak bisa dihindari walaupun pemerintah  mengklaim bahwa UN 2012 bersih dari kecurangan. Terbukti pas saya lagi gath sama temen-temen sepermainan (bukan temen sekolah), mereka bilang sendiri kalo pas UN di komunitas mereka banyak beredar kunci jawaban, dan beberapa diantaranya pas!

Sekadar informasi, SNMPTN tahun ini (2012) ada dua jalur, undangan dan tertulis. Jalur undangan tahun ini memang dibikin semakin besar kuotanya (60%) daripada tahun sebelumnya. Kayaknya emang PTN-PTN makin ketagihan dan antusias buat jalur undangan ini, mengingat tahun 2011 SNMPTN jalur undangan dinilai cukup efektif dan cepat untuk menyaring siswa-siswi yang 'dianggap' berbakat dan kompeten pada bidang akademik. Alhasil beberapa PTN, seperti UGM dan ITB, menggunakan SNMPTN sebagai the one and only way to get program S1 reguler.


Secara gak terduga, dalam waktu yg relatif singkat, ternyata keputusan tersebut berhasil mengubah pola pikir para akademia menengah atas menjadi lebih antusias mengejar bidang akademik mereka. Orang-orang mendadak jadi rankhunter atau burenk (memburu ranking). Yes, your friends are competitors. If they said they haven't study or haven't prepared yet for upcoming exams, believe me, IT'S A TRAP! -__- #pengalaman. Secara gak sadar, kamu dan teman-temanmu mulai saling melancarkan propaganda dan menularkan virus galau, kebanyakan kasus ini terjadi di jejaring sosial. Wahaha, keren kan? Tapi justru momen-momen inilah yang membumbui perjuangan kita, apalagi berjuang bersama teman-teman tercintah :3 :berbusa:

So, be ready comrades! If you are last grader too, you're gonna have such memorable moments. Behold! :D


#part1: cadas!

Entah suatu keberuntungan atau bukan, saya dapet temen kelas yang pinter-pinter. Dari semester 1-5, masuk 20 besar ranking kelas pun saya belum pernah. Wew, kayaknya emang hampir satu sekolah pinter-pinter sih --a Kalo nulis kayak gini, udah bisa ditebak kalo saya gak masuk kriteria buat jadi calon pendaftar jalur undangan. "Oke, ini ga masalah, melihat dari apa yang saya lakukan di 2,5 tahun ini, I deserved this", begitulah kata hati nurani saya yang terdalam. Agak ngiri juga sih, teman-teman terdekat saya pada beruntung dapet kesempatan di jalur undangan, sedangkan saya sendiri masih terbungkam meratapi nasib.

Dalam situasi kayak gini, kalian bakal merasa ada orang-orang yang 'keliatannya ga pantes' dapet kesempatan di jalur undangan, tapi malah dapet. Dan ternyata, hal tersebut berpotensi meningkatkan kesensitifan telinga kita setiap denger kata 'undangan'! #truestory dab! 

Entah namanya traumatik atau apalah. Bayangin aja, setiap denger semua kalimat yang mengandung kata "undangan", entah itu berhubungan sama SNMPTN atau nggak, rasanya langsung ada sesuatu yang menembus telinga dan nyanthol di benak :O 

Ada apa ini? Apakah ini yang dinamakan cinta? 
Oh, bukan. Kayaknya ini namanya iri hati, dan itu gak baik. Kuncinya: ikhlas dan selalu bersyukur. Dan kaupun tersadar, bahwa kau diberi jalur yang lebih cadas oleh Yang Maha Oke.  

Love it, or leave it? I couldn't manage to leave it, so I just love it instead.


#part2: persiapan
Hal pertamakali yang harus dilakukan sebelum lanjut kuliah adalah menemukan minat dan bakat individu. Karena saya suka hal-hal yang berbau komputer, fisika, dan dunia elektronika, jadilah saya memilih Teknologi Informasi UGM sebagai pilihan pertama pada waktu itu :cool:

Mengimpikan IT UGM ternyata malah bikin saya galau. Saya nyadar kalau prodi itu  terlalu mainstream dan bakal banyak banget peminatnya. Saya jadi inget sama kata salah satu guru saya, kalo saingan ujian PTN terberat itu justru temen satu sekolah sendiri. Kok bisa? Jadi gini, berdasarkan perkiraan saya, misalkan prodi XY membuka penerimaan hanya untuk 60 orang, terus dari sekolah YZ ada 20 orang milih prodi XY tsb. Nah setelah dilakukan penilaian, kebetulan 20 orang itu secara nilai sebenarnya bisa lolos di prodi XY, tapi ga mungkin kan pihak PTN (beberapa) mau menerima adanya dominasi dari sekolah tertentu dalam suatu prodi, oleh karena itu dibikin kuota per sekolah dalam tiap prodi, misal: tiap sekolah (SMA,SMK,dll) hanya boleh diterima maksimal 10% dari total kapasitas prodi. Alhasil, 0.1*60=6, maka prodi XY tersebut hanya akan menerima maksimal 6 anak dari setiap sekolah. Berhubung event berikutnya terlalu kompleks, saya tidak akan menuliskannya di sini :B sori ya :p (intinya, saya melakukan observasi untuk menemukan teman sekolah saya yang berpotensi sebagai the chosen six IT UGM, dan hasilnya ketemu 10 orang :3)
*skip*
Pertama, saya ingin kalian tahu bahwa saya telah mempercayakan bimbel 'Operasi Gajah' cabang ngarep Klithikan sebagai pendamping belajar saya #okesip. Bimbel ini menurut saya baik, terbukti dengan perhatian Bimbel tersebut memberikan berbagai macam buku yang salah satunya adalah buku 'strategi menuju sukses'. Sesaat setelah buku itu dibagikan, perhatian siswa sekelas langsung tertuju pada halaman yang sama: Prediksi Passing Grade SNMPTN.

Yang istimewa dari buku ini adalah keberanian bimbel tersebut memajang prediksi passing grade PTN-PTN se-Indonesia. Padahal kita tahu bahwa baik panitia SNMPTN maupun Dikti tidak pernah membocorkan hasil seleksi PTN ke khalayak umum. Setelah diusut lebih bundet, ternyata angka-angka tersebut merupakan rekapan hasil try out yang dilaksanakan secara intensif oleh sang bimbel. Kata 'mereka' sih, prediksi ini cukup akurat. Kalo saya lihat sendiri, emang kayaknya sih gitu. Pas waktu itu saya cuma ngambil FK, TE, sama STEI sebagai perbandingannya demi memperkuat pendapat itu. Dan logika saya menghasilkan suatu harapan: "Mungkin angkanya emang gak akurat, tapi setidaknya urutan tingkat kesulitan persaingan kayaknya bisa nih dijadiin patokan." Nah!

Tak lama saya langsung menemukan prodi impian saya di daftar prediksi PG tersebut. Di sana hanya tertulis angka 35.xx. "Hah?! Seriusan?" khayal otakku menjerit ke penjuru ruangan *ini lebay* Mungkin kalian kaget, saya juga, kalau passing grade untuk Teknologi Informasi di situ bisa dibilang masih sangat terjangkau bagi orang-orang yang tergolong exam hunter seperti saya :S 

Kemudian tiba saat saya untuk menentukan tujuan mimpi kedua. Kembali berdasarkan minat: komputer. At first, saya tidak bisa menemukan prodi yang ada unsur komputernya selain TI dan Ilkomp. Saya tidak memilih Ilkomp saya pikir waktu itu Ilkomp terlalu software-minded dan math-minded. Padahal saya menginginkan prodi yang ada unsur komunikasi perangkat dan aktualisasi komputer di dunia nyata juga.  Setelah singgah di forum-forum internet, akhirnya saya mendapatkan sebuah prodi di UGM katanya mirip dengan teknik komputer+elektronika+ilmu komputer. Prodi tersebut adalah Elektronika dan Instrumentasi atau biasa disebut dengan Elins. Saya langsung teringat ketika mengikuti lomba robot LF di UNY tahun 2010 yang lalu, di sanalah saya pertamakali melihat mas-mas pake baju hitam bertuliskan putih-merah ELINSUGM di belakang punggung kanan. Salah satu baju 'seragam' terkeren yang pernah saya lihat selama ini.

Akhirnya setelah melalui berbagai proses 'mengingat', 'menimbang', dan terpaan gelombang laut galau (saya sempat hanyut), saya benar-benar memutuskan TI UGM sebagai pilihan pertama dan Elins UGM sebagai pilihan kedua, tepat hanya beberapa hari sebelum pendaftaran SNMPTN ditutup! Biasalah, saya anak on time.

#part3: the day 
12 Juni 2012, SNMPTN Tulis hari pertama. Ini adalah hari penentuan. Dan keesokannya hanyalah kelanjutan dari apa yang tidak terselesaikan hari ini.

Biasanya saya bangun jam lima, tapi kali ini saya bangun setengah jam lebih awal demi menghindari mengulurnya waktu akibat sesuatu yang darurat. Karena sewaktu bangun saya masih mengantuk, secara sporadis saya langsung ngobrak-abrik kotak obat demi mencari setablet Decolgen. Saya ga tau kenapa harus Decolgen, karena berdasarkan pengalaman saya setiap habis minum Decolgen langsung deh pusing dan ngantuknya ilang :hammer:


Oh iya, sehari sebelumnya, saya juga sudah melakukan survey ke tempat ujian lho. Kebetulan saya dapet di Ruang Kuliah II Farmasi UGM yang tempatnya lumayan adem karena bantuan pepohonan yang masih kuat menantang panas matahari. Tapi ternyata, mood menjelang tes sama sekali nggak adem -_- Demi merilekskan otak, malam sebelum ujian saya nggak belajar sama sekali, alias cuma tiduran di kasur. Apakah cara ini berhasil? Oh tentu saja tidak, saya justru ga bisa tidur sampe jam 2 dinihari karena... *sebagian teks hilang*. Yang jelas, penunjukan jarum jam pendek ke angka 2 adalah momen terakhir yang saya ingat sebelum tidur.

Saya bangun jam setengah lima #repost. Iya, habis itu sholat, mandi, makan, dan sebagainya. Standar sih.
*bersambung 

Update 9 Jan 2014:
oh iya, maaf saya lupa kalo pernah nulis ini --" udah lebih dari setahun yg lalu padahal nulisnya~
akan dilanjutkan secepatnya, sekarang tanya jawab dulu aja

-- QA -  Questions and Answers --

Q: Sejak kapan bener2 belajar persiapan SNMPTN?
A: Januari 2012, itupun masih sering dikurangi maen Skyrim (waktu itu lagi ngetren) :v

Q: Pas bulan Januari 2012 itu kamu sepinter (atau sebodoh) apa?
A: Udah lumayan bisa kalkulus tingkat SMA, fungsi-eksponen-barisan-deret-logaritma-matriks-transformasi geometri lancar, bangun dimensi 3 sama vektor masih seret. Biologi nyaris gak ngerti sama sekali. Fisika dan kimia so-so, paham rumus dan aplikasi tapi konsep dasar kebanyakan belum mateng.

Q: Kapan kamu nge-fix-in pilihan jurusan kuliah?
A: Bulan April 2012, terlalu mepet sih, lebih dini lebih baik

Q: Tiap hari belajar UN dan SNMPTN berapa jam?
A: Sejak pertengahan Januari: 1-4 jam per hari (di luar jam sekolah dan les)

Q: Gimana cara yang enak buat belajar?
A: Sebenernya kalo mau 'enak' atau 'nyaman' belajar itu kuncinya cuma dua: sabar dan ikhlas menerima hal baru. Kalo cara belajar gak ada patokannya sih, setiap orang punya cara masing-masing, pilihlah yang paling nyaman menurut kalian. Kalo saya sih, ilmu bakalan lebih masuk kalo dibarengi dengan studi kasus (ngerjain soal, nyari masalah terus di-solve sendiri, dll) atau iseng-iseng bikin hipotesis antara A dengan B yang mungkin berkaitan dengan C. Eh bukan hipotesis sih, sebenernya lebih ke 'menghubung-hubungkan' berbagai konsep ilmu yang telah dipelajari sehingga keliatan kalo konsep-konsep itu sebenernya masih ada hubungannya, baik secara umum maupun kontekstual. Ilmu 'menghubung-hubungkan konsep' ini penting banget lho buat ujian tulis SNMPTN, apalagi di mapel Fisika sama Kimia yang konsep dasarnya bisa dibolak-balik dengan berbagai kombinasi :|

Q: Kalo pas lagi bosen belajar ngapain/selingan sewaktu jenuh?
A: Ngenet, baca-baca SFTH Kaskus :))

Q: Habis belajar enaknya ngapain ya?
A: Tidur

18 August 2012

[GAME] Slender

"Sometimes being alone is better than realizing that, in fact, you are not. If it is so, better not to look back."


 "Brace yourselves, yet, this is the scariest game i have ever played"

Semalem, sekitar jam 1 pagi, pas saya lagi ngubek-ngubek forum-forum internet, tiba-tiba saya nemu game ini. LOL. prosesnya gak mutu -__- *skip* Bergegaslah diriku langsung googling dan ngepo testimoni orang2 yang udah maen game ini. 

"Wah keknya game keren nih, lagian jaman sekarang udah jarang ada game kecil tapi bagus", begitulah sebersit kata dari otak.

Saya pun memutuskan download, run it, play.. and ... 

***

Slender. Sebuah game indie, small-sized, dan gratisan ber-genre horror-thriller. Game ini diangkat berdasakan sebuah fenomena mitos yang cukup terkenal di forum-forum internet. Slender sendiri bisa dibilang unik di antara game-game horror lainnya yang cenderung menitikberatkan pada sisi story, gameplay, dan grafis yang ngabisin nyawa komputer. Mungkin karena hal-hal tersebut terlalu mainstream, Slender justru menyajikan sebuah kesederhanaan. Tapi justru kesederhanaan inilah yang membuat Slender menjadi semacam silent-killer yang siap memberikan "surprise" setiap saat tepat di jantung kalian :p

Gak cuma itu, gameplay Slender ini juga simpel banget. Di awal permainan, si pemain akan berada di middle of nowhere dan diharuskan mencari 8 manuskrip/note peninggalan para korban slender man. Kalo udah nemu semua note-nya, congratulations! you've beaten slender. Emang kalo dilihat sekilas, cara game Slender untuk memberikan rasa takut kepada pemain itu mirip sama caranya sebuah film dengan tagline "it's not the house that is haunted, it's your son". Jadi, siap-siap aja dengan segala sesuatu yang muncul di monitor kalian, apalagi pas nengok ke belakang.. ckck

[DOWNLOAD LINK]
So, scare the hell out yourself for free!
Original Slender: http://slendergame.com/download.php
Other Versions (map) of Slender: http://www.slendermansshadow.com/

For maximum joy, put your headset on and play it alone in your room, better in dark.

13 August 2012

[SPECIAL] New Fresher Look

25 Ramadan 1433H - 01:01 AM

Huuaah..  setelah 2 malam berobat ke klinik t*ng f*ng kerja keras bikin desain web, akhirnya sekarang kelar juga. Iya! Seperti apa yang ditangkap oleh indera pengelihatan kalian, blog saya desainnya baru \o/ Kali ini temanya lebih cerah, sama kayak masa depan saya wakaka (semoga saja, amin ya Allah!). Walaupun hasilnya baru 90% yang sesuai harapan saya, tapi saya yakin kalian udah impressed #hoo-ra-sih?

Selamat menikmati tampilan baru teman-teman!

Semoga langkah besar ini menjadikan readers dan para kepomaniac lebih nyaman dan bersemangat :D

5 July 2012

Pascapelajar

Blogpost kali ini cuma sekadar random thoughts aja, drpd blog terbengkalai. Kasihan kan para peng-kepo

--------------------------

Katanya hidup dengan label mahasiswa itu adalah puncak braingasm sewaktu kita masih muda ya? Entahlah. Saya sendiri juga baru lulus sekolah kemaren sore, sekarang masih pengangguran demi menunggu satu set scene lainnya. Mungkin kalo dalam sepakbola, pemain berstatus bebas transfer itu merupakan suatu anugerah bagi tim lain yang tertarik merekrut dirinya, secara gratiss meennn! Lain kalo sama apa yang saya rasakan sementara ini, hidup bebas transfer itu boring to the maxxx. Bingung mau mbakar apa, kalo mau mencari kesibukan akhir-akhirnya malah males. Kalo mau memproduksi suatu karya, akhir-akhirnya juga nggak dibayar tuh .__. Emang saya sendiri sering sih kurang kerjaan bikin sesuatu, tapi hasil jadinya cuma dinikmatin  privat aja. Kalo kayak gini caranya, gak bakal ada yang mengapresiasi  karya kita kecuali kita sendiri (dan makhluk-makhluk astral tentunya). Wahaha kowe kakean nonton dunia lain za!

--------------------------

Dengan menulis, kita punya identitas! Iya, dengan membaca tulisan seseorang, kita bisa mengetahui pola pikiran orang tersebut. Kalo kita udah paham pola pikiran seseorang, maka kita bisa mengerti kepribadian seseorang  dari apa yang direfleksikannya dalam tulisannya. Wtf-nya lagi, yang namanya tulisan itu bisa dijadikan kotak emosi, dunia fantasi, dan media propaganda oleh si penulis, dan si pembaca pun juga ikut mendapatkan hal-hal itu tetapi sesuai dengan persepsi masing-masing! Tulisan emang keren.

Btw, kalo bicara tentang tulisan, maka tanpa ragu saya akan mengatakan bahwa tulisan adalah cara yang paling canggih dalam hal berkomunikasi. Tulisan itu tidak tergantikan. Media elektronik berupa gelombang radio, analog, digital, dan elektromagnetik itu cuma pelengkap aja! suplemen! Kenapa? karena (kembali ke bait pertama )