19 September 2012

Pengalaman Mengikuti SNMPTN Tulis

Blogpost kali ini saya dedikasikan untuk pengalaman saya (?) sekitar bulan Juli yg lalu.
Judulnya juga dibuat se-mainstream mungkin biar post ini ngeksis di google... 
btw, kalo mau langsung baca cerita intinya mulai dari #part2 ya \o/


#prolog

Semua kisah ini berawal dari akhir tahun 2011. Antusiasme dan kegalauan anak-anak kelas dua belas tercurah pada dua event braingasm massal berskala nasional, sebut saja mereka Ujian Nasional dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Ngeri Negeri. Ternyata kegalauan saya juga ikut terpacu dengan banyaknya isu-isu yang beredar waktu itu, salah satu yang paling hyped-up adalah penggunaan nilai UN sebagai salah satu parameter agar bisa masuk PTN, walaupun akhirnya tahun 2012 ini belum jadi :P Coba bayangin aja kalo jadi, nyatanya kecurangan-kecurangan di UN masih gak bisa dihindari walaupun pemerintah  mengklaim bahwa UN 2012 bersih dari kecurangan. Terbukti pas saya lagi gath sama temen-temen sepermainan (bukan temen sekolah), mereka bilang sendiri kalo pas UN di komunitas mereka banyak beredar kunci jawaban, dan beberapa diantaranya pas!

Sekadar informasi, SNMPTN tahun ini (2012) ada dua jalur, undangan dan tertulis. Jalur undangan tahun ini memang dibikin semakin besar kuotanya (60%) daripada tahun sebelumnya. Kayaknya emang PTN-PTN makin ketagihan dan antusias buat jalur undangan ini, mengingat tahun 2011 SNMPTN jalur undangan dinilai cukup efektif dan cepat untuk menyaring siswa-siswi yang 'dianggap' berbakat dan kompeten pada bidang akademik. Alhasil beberapa PTN, seperti UGM dan ITB, menggunakan SNMPTN sebagai the one and only way to get program S1 reguler.


Secara gak terduga, dalam waktu yg relatif singkat, ternyata keputusan tersebut berhasil mengubah pola pikir para akademia menengah atas menjadi lebih antusias mengejar bidang akademik mereka. Orang-orang mendadak jadi rankhunter atau burenk (memburu ranking). Yes, your friends are competitors. If they said they haven't study or haven't prepared yet for upcoming exams, believe me, IT'S A TRAP! -__- #pengalaman. Secara gak sadar, kamu dan teman-temanmu mulai saling melancarkan propaganda dan menularkan virus galau, kebanyakan kasus ini terjadi di jejaring sosial. Wahaha, keren kan? Tapi justru momen-momen inilah yang membumbui perjuangan kita, apalagi berjuang bersama teman-teman tercintah :3 :berbusa:

So, be ready comrades! If you are last grader too, you're gonna have such memorable moments. Behold! :D


#part1: cadas!

Entah suatu keberuntungan atau bukan, saya dapet temen kelas yang pinter-pinter. Dari semester 1-5, masuk 20 besar ranking kelas pun saya belum pernah. Wew, kayaknya emang hampir satu sekolah pinter-pinter sih --a Kalo nulis kayak gini, udah bisa ditebak kalo saya gak masuk kriteria buat jadi calon pendaftar jalur undangan. "Oke, ini ga masalah, melihat dari apa yang saya lakukan di 2,5 tahun ini, I deserved this", begitulah kata hati nurani saya yang terdalam. Agak ngiri juga sih, teman-teman terdekat saya pada beruntung dapet kesempatan di jalur undangan, sedangkan saya sendiri masih terbungkam meratapi nasib.

Dalam situasi kayak gini, kalian bakal merasa ada orang-orang yang 'keliatannya ga pantes' dapet kesempatan di jalur undangan, tapi malah dapet. Dan ternyata, hal tersebut berpotensi meningkatkan kesensitifan telinga kita setiap denger kata 'undangan'! #truestory dab! 

Entah namanya traumatik atau apalah. Bayangin aja, setiap denger semua kalimat yang mengandung kata "undangan", entah itu berhubungan sama SNMPTN atau nggak, rasanya langsung ada sesuatu yang menembus telinga dan nyanthol di benak :O 

Ada apa ini? Apakah ini yang dinamakan cinta? 
Oh, bukan. Kayaknya ini namanya iri hati, dan itu gak baik. Kuncinya: ikhlas dan selalu bersyukur. Dan kaupun tersadar, bahwa kau diberi jalur yang lebih cadas oleh Yang Maha Oke.  

Love it, or leave it? I couldn't manage to leave it, so I just love it instead.


#part2: persiapan
Hal pertamakali yang harus dilakukan sebelum lanjut kuliah adalah menemukan minat dan bakat individu. Karena saya suka hal-hal yang berbau komputer, fisika, dan dunia elektronika, jadilah saya memilih Teknologi Informasi UGM sebagai pilihan pertama pada waktu itu :cool:

Mengimpikan IT UGM ternyata malah bikin saya galau. Saya nyadar kalau prodi itu  terlalu mainstream dan bakal banyak banget peminatnya. Saya jadi inget sama kata salah satu guru saya, kalo saingan ujian PTN terberat itu justru temen satu sekolah sendiri. Kok bisa? Jadi gini, berdasarkan perkiraan saya, misalkan prodi XY membuka penerimaan hanya untuk 60 orang, terus dari sekolah YZ ada 20 orang milih prodi XY tsb. Nah setelah dilakukan penilaian, kebetulan 20 orang itu secara nilai sebenarnya bisa lolos di prodi XY, tapi ga mungkin kan pihak PTN (beberapa) mau menerima adanya dominasi dari sekolah tertentu dalam suatu prodi, oleh karena itu dibikin kuota per sekolah dalam tiap prodi, misal: tiap sekolah (SMA,SMK,dll) hanya boleh diterima maksimal 10% dari total kapasitas prodi. Alhasil, 0.1*60=6, maka prodi XY tersebut hanya akan menerima maksimal 6 anak dari setiap sekolah. Berhubung event berikutnya terlalu kompleks, saya tidak akan menuliskannya di sini :B sori ya :p (intinya, saya melakukan observasi untuk menemukan teman sekolah saya yang berpotensi sebagai the chosen six IT UGM, dan hasilnya ketemu 10 orang :3)
*skip*
Pertama, saya ingin kalian tahu bahwa saya telah mempercayakan bimbel 'Operasi Gajah' cabang ngarep Klithikan sebagai pendamping belajar saya #okesip. Bimbel ini menurut saya baik, terbukti dengan perhatian Bimbel tersebut memberikan berbagai macam buku yang salah satunya adalah buku 'strategi menuju sukses'. Sesaat setelah buku itu dibagikan, perhatian siswa sekelas langsung tertuju pada halaman yang sama: Prediksi Passing Grade SNMPTN.

Yang istimewa dari buku ini adalah keberanian bimbel tersebut memajang prediksi passing grade PTN-PTN se-Indonesia. Padahal kita tahu bahwa baik panitia SNMPTN maupun Dikti tidak pernah membocorkan hasil seleksi PTN ke khalayak umum. Setelah diusut lebih bundet, ternyata angka-angka tersebut merupakan rekapan hasil try out yang dilaksanakan secara intensif oleh sang bimbel. Kata 'mereka' sih, prediksi ini cukup akurat. Kalo saya lihat sendiri, emang kayaknya sih gitu. Pas waktu itu saya cuma ngambil FK, TE, sama STEI sebagai perbandingannya demi memperkuat pendapat itu. Dan logika saya menghasilkan suatu harapan: "Mungkin angkanya emang gak akurat, tapi setidaknya urutan tingkat kesulitan persaingan kayaknya bisa nih dijadiin patokan." Nah!

Tak lama saya langsung menemukan prodi impian saya di daftar prediksi PG tersebut. Di sana hanya tertulis angka 35.xx. "Hah?! Seriusan?" khayal otakku menjerit ke penjuru ruangan *ini lebay* Mungkin kalian kaget, saya juga, kalau passing grade untuk Teknologi Informasi di situ bisa dibilang masih sangat terjangkau bagi orang-orang yang tergolong exam hunter seperti saya :S 

Kemudian tiba saat saya untuk menentukan tujuan mimpi kedua. Kembali berdasarkan minat: komputer. At first, saya tidak bisa menemukan prodi yang ada unsur komputernya selain TI dan Ilkomp. Saya tidak memilih Ilkomp saya pikir waktu itu Ilkomp terlalu software-minded dan math-minded. Padahal saya menginginkan prodi yang ada unsur komunikasi perangkat dan aktualisasi komputer di dunia nyata juga.  Setelah singgah di forum-forum internet, akhirnya saya mendapatkan sebuah prodi di UGM katanya mirip dengan teknik komputer+elektronika+ilmu komputer. Prodi tersebut adalah Elektronika dan Instrumentasi atau biasa disebut dengan Elins. Saya langsung teringat ketika mengikuti lomba robot LF di UNY tahun 2010 yang lalu, di sanalah saya pertamakali melihat mas-mas pake baju hitam bertuliskan putih-merah ELINSUGM di belakang punggung kanan. Salah satu baju 'seragam' terkeren yang pernah saya lihat selama ini.

Akhirnya setelah melalui berbagai proses 'mengingat', 'menimbang', dan terpaan gelombang laut galau (saya sempat hanyut), saya benar-benar memutuskan TI UGM sebagai pilihan pertama dan Elins UGM sebagai pilihan kedua, tepat hanya beberapa hari sebelum pendaftaran SNMPTN ditutup! Biasalah, saya anak on time.

#part3: the day 
12 Juni 2012, SNMPTN Tulis hari pertama. Ini adalah hari penentuan. Dan keesokannya hanyalah kelanjutan dari apa yang tidak terselesaikan hari ini.

Biasanya saya bangun jam lima, tapi kali ini saya bangun setengah jam lebih awal demi menghindari mengulurnya waktu akibat sesuatu yang darurat. Karena sewaktu bangun saya masih mengantuk, secara sporadis saya langsung ngobrak-abrik kotak obat demi mencari setablet Decolgen. Saya ga tau kenapa harus Decolgen, karena berdasarkan pengalaman saya setiap habis minum Decolgen langsung deh pusing dan ngantuknya ilang :hammer:


Oh iya, sehari sebelumnya, saya juga sudah melakukan survey ke tempat ujian lho. Kebetulan saya dapet di Ruang Kuliah II Farmasi UGM yang tempatnya lumayan adem karena bantuan pepohonan yang masih kuat menantang panas matahari. Tapi ternyata, mood menjelang tes sama sekali nggak adem -_- Demi merilekskan otak, malam sebelum ujian saya nggak belajar sama sekali, alias cuma tiduran di kasur. Apakah cara ini berhasil? Oh tentu saja tidak, saya justru ga bisa tidur sampe jam 2 dinihari karena... *sebagian teks hilang*. Yang jelas, penunjukan jarum jam pendek ke angka 2 adalah momen terakhir yang saya ingat sebelum tidur.

Saya bangun jam setengah lima #repost. Iya, habis itu sholat, mandi, makan, dan sebagainya. Standar sih.
*bersambung 

Update 9 Jan 2014:
oh iya, maaf saya lupa kalo pernah nulis ini --" udah lebih dari setahun yg lalu padahal nulisnya~
akan dilanjutkan secepatnya, sekarang tanya jawab dulu aja

-- QA -  Questions and Answers --

Q: Sejak kapan bener2 belajar persiapan SNMPTN?
A: Januari 2012, itupun masih sering dikurangi maen Skyrim (waktu itu lagi ngetren) :v

Q: Pas bulan Januari 2012 itu kamu sepinter (atau sebodoh) apa?
A: Udah lumayan bisa kalkulus tingkat SMA, fungsi-eksponen-barisan-deret-logaritma-matriks-transformasi geometri lancar, bangun dimensi 3 sama vektor masih seret. Biologi nyaris gak ngerti sama sekali. Fisika dan kimia so-so, paham rumus dan aplikasi tapi konsep dasar kebanyakan belum mateng.

Q: Kapan kamu nge-fix-in pilihan jurusan kuliah?
A: Bulan April 2012, terlalu mepet sih, lebih dini lebih baik

Q: Tiap hari belajar UN dan SNMPTN berapa jam?
A: Sejak pertengahan Januari: 1-4 jam per hari (di luar jam sekolah dan les)

Q: Gimana cara yang enak buat belajar?
A: Sebenernya kalo mau 'enak' atau 'nyaman' belajar itu kuncinya cuma dua: sabar dan ikhlas menerima hal baru. Kalo cara belajar gak ada patokannya sih, setiap orang punya cara masing-masing, pilihlah yang paling nyaman menurut kalian. Kalo saya sih, ilmu bakalan lebih masuk kalo dibarengi dengan studi kasus (ngerjain soal, nyari masalah terus di-solve sendiri, dll) atau iseng-iseng bikin hipotesis antara A dengan B yang mungkin berkaitan dengan C. Eh bukan hipotesis sih, sebenernya lebih ke 'menghubung-hubungkan' berbagai konsep ilmu yang telah dipelajari sehingga keliatan kalo konsep-konsep itu sebenernya masih ada hubungannya, baik secara umum maupun kontekstual. Ilmu 'menghubung-hubungkan konsep' ini penting banget lho buat ujian tulis SNMPTN, apalagi di mapel Fisika sama Kimia yang konsep dasarnya bisa dibolak-balik dengan berbagai kombinasi :|

Q: Kalo pas lagi bosen belajar ngapain/selingan sewaktu jenuh?
A: Ngenet, baca-baca SFTH Kaskus :))

Q: Habis belajar enaknya ngapain ya?
A: Tidur