28 October 2012

Sekul(i)ah

... udah 2 bulan saya merasakan atmosfer perkuliahan di FMIPA UGM. Bukan waktu yang singkat untuk beradaptasi dengan sebuah sistem yang bener-bener baru bagi saya. Salah satu efek adaptasi tersebut ialah apa yang sedang saya lakukan sekarang ini, minggu kemarin UTS dan besok juga masih UTS, dan dari tadi pagi saya cuma ngenet hahaha -_-

Entahlah, sepertinya terlihat terlalu santai, tapi aktivitas selama kuliah ternyata tetep berisi. Mungkin inilah gambaran umum dunia kuliah, apalagi bagi mereka yang ngambil prodi Elins.

Temen-temen aja banyak yang bilang kalo semester pertama di Elins tuh paling santai seantero UGM. LOL. Liat aja tuh prodi-prodi lain pada ribut masalah tugas sama laporan praktikum yang ngabisin tinta pulpen. Semester pertama di Elins belum ada praktikum sama sekali, tugasnya juga relatif gak sulit buat dikerjain para lulusan SMA.

Kalo ditanya bedanya sekolah sama kuliah? jelas beda banget! Berikut hasil observasi saya selama berkelana di dunia perkuliahan *pret

Contohnya ketika kita membandingkan antara sang dosen yang memberi tugas buat mahasiswa nya dan sang guru di sekolah memberi tugas buat murid nya. Ternyata reaksi mahasiswa dan murid sekolah terhadap tugas yang diberikan itu beda lho! Mahasiswa cenderung lebih semangat dan serius dalam proses ngerjain tugasnya, sedangkan murid cuma cenderung mengerjakan tugas cuma buat menggugurkan kewajiban aja, istilahnya "yang penting ngumpulin!".

Eh tapi, bukannya anak kuliahan itu juga mantan anak sekolahan ya? Nah, itu dia sebuah fenomena menarik yang sudah saya rasakan selama 8 minggu kuliah. Dunia ngampus ternyata membentuk sebuah budaya tersendiri. Di dalam budaya tersebut terdapat norma yang jadi pakem kebiasaan kehidupan mahasiswa yang setiap kampus biasanya punya keunikan. Budaya yang terbentuk ini juga gak lepas dari perubahan kebiasaan.

Dari yang setiap hari pake seragam selama 12 tahun, sekarang pakaian bebas sopan. Dari yang setiap hari masuk kelas full day, sekarang masuk kelas cuma beberapa jam dalam 5 hari. Perubahan-perubahan tersebut mengubah pola pikir mantan siswa yang udah mhs jadi merasa lebih bebas hidupnya, namun dihadapkan oleh kesadaran akan berbagai tantangan di hadapan mereka. Sekaligus menguatkan pernyataan bahwa hidup itu gak cuma study-oriented, tapi belajar itu barulah setengah bekal dalam membangkitkan asa untuk membangun masa depan. Hmm..kayaknya kehidupan yg lebih seru baru muncul setelah lulus S1 nanti. Someone said, "Life begins at twenty."