23 November 2012

The [Super] Power of Social Media for Creative Industry



     Ini bukanlah kisah. Kisah tentang bagaimana orang-orang inovatif menginjeksikan khayalan yang ada di dalam kepala mereka ke dalam sebuah realitas yang dapat mempengaruhi publik.

     Ini adalah fakta. Fakta tentang bagaimana orang-orang inovatif menginjeksikan khayalan yang ada di dalam kepala mereka ke dalam sebuah realitas yang dapat mempengaruhi publik.

     Khayalan-khayalan keluar dari pikiran mereka. Entah itu sekadar fantasi, keinginan, mimpi, ataupun berbagai hal abstrak dan gila lainnya. Mereka menyebut khayalan itu dengan sebuah nama yang unik: 'ide'. Namun, ide tersebut tidak akan banyak mendapat atensi jika hanya sebagian kecil saja yang menikmati. Diperlukan promosi gila-gila-an untuk menarik hati masyarakat. Untungnya, manusia tidak pernah kehabisan akal dalam hal memanfaatkan hal-hal disekitar mereka. Oportunis? Jelas, kesempatan tidak selalu terulang bung! Mereka pun berlomba memanfaatkan berbagai social media yang saat ini memang lagi hype-up.

     Social media? Apa itu? Menurut Wikipedia, media sosial adalah semua media online yang memungkinkan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi. Sosial media meliputi situs jual-beli, blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan berbagai utilitas dunia virtual lainnya.

     Bukanlah tanpa alasan untuk menggunakan social media, karena social media ini memang sebuah fenomena yang cukup mengesankan. Kita lihat saja Facebook dan kawan-kawannya, bayangkan, jutaan orang berbondong-bondong mendaftarkan diri mereka secara sukarela tanpa diperintah oleh siapapun. Jika social media ini adalah pasar dari produk yang kita buat, tentu kita akan langsung senang bukan kepalang, karena target pasar kita datang dengan sendirinya secara 'ajaib'. Dasar pemikiran seperti inilah yang menghiasi orang-orang inovatif tersebut. Mereka mengobral ide melalui berbagai macam social media yang tersedia di internet.

Mereka-mereka yang mengobral ide dan dapat mencuri perhatian publik:


1. The Oatmeal - theoatmeal.com



     The Oatmeal berawal dari sebuah blog yang dikelola oleh kartunis Matthew Inman yang kemudian berkembang pesat karena banyaknya konten atraktif yang mengundang banyak visitor. The Oatmeal aktif membuat berbagai macam karikatur, gambar, dan komik pendek online yang berselera humor.

   Kesan pertama yang akan kalian dapatkan sewaktu berkunjung ke theoatmeal.com adalah full picture. Sekilas,  memang terkesan pembunuh bandwith, namun jika kita bersabar sedikit saja, kita akan menemukan bagaimana The Oatmeal menuangkan ide-ide kreatif. Dengan bersenjatakan karakter yang khas dengan gaya bahasa yang unik, The Oatmeal dapat membangun karakter dan ciri khas dari brand industri kreatif mereka.
Hasilnya? Yap! The Oatmeal sukses menjual suvenir dan buku 'karakter' mereka ke berbagai penggemar di belahan dunia. Menurut Inman, usahanya ini menghasilkan USD 500,000 tahun lalu, atau sekitar (4,5 miliar rupiah). Wush!

    Itu belum semuanya, apa yang dilakukan The Oatmeal kali ini benar-benar 'wow' kuadrat. Sekitar bulan Agustus 2012 yang lalu, The Oatmeal berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$1 juta (1 juta USD) hanya dalam 9 hari! What else for?! Berawal dari komik ini, lalu dilanjutkan dengan adanya ini, dan akhirnya berhasil! The Oatmeal berhasil mengungkapkan kebenaran sejarah  melalui komiknya (bukan dengan buku sejarah!) dan mampu mengajak masyarakat menyumbangkan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Tesla Science Center. Berita ini sempat jadi hot topic di US sana. Bukti bahwa social media memiliki kekuatan yang besar untuk menggerakan massa.

 2. 9GAG - 9gag.com


     Siapa maniak internet yang tidak tahu situs ini? 9GAG adalah sebuah social media berbasiskan gambar yang diupload oleh user dari situs tersebut.

      Jika kita telusuri, humor-humor di 9GAG ini ternyata membentuk berbagai tren humor di kalangan pembacanya. Misal kata-kata seperti "WTF is this sh*t", "One does not simply", "dafuq!?", "Go home.., you're drunk", "Forever alone" yang dipopulerkan oleh post-post di 9GAG menjadi sering digunakan oleh pembaca 9GAG dalam pergaulan sehari-hari, dan mereka bangga menggunakannya. Hal ini menyebabkan banyak para oportunis bisnis yang membuat dan menjual berbagai suvenir dan aksesoris yang berkaitan dengan tren dari 9GAG. Lihat saja, banyak sekali industri kreatif yang menggunakan internet meme yang dipopulerkan di 9GAG, mulai dari T-Shirt, baju, tas, dan sebagainya. 

     Secara tidak langsung, 9GAG juga ikut mempengaruhi selera pasar yang ditargetkan oleh para pelaku industri kreatif. Terlebih lagi, user-user di 9GAG berlomba-lomba memamerkan hasil kreativitas mereka sehingga tren humor di 9GAG akan terus berkembang dan selalu relevan dengan selera humor internasional. Benar-benar sesuatu yang mencengangkan ketika 9GAG sendiri sebagai industri kreatif bisa mempengaruhi industri kreatif lainnya. Wow!

     Tidak hanya itu, bagi sebagian orang, mereka juga melihat 9GAG sama halnya dengan jejaring sosial, sama ajaibnya ketika orang-orang secara otomatis mengunjungi produk yang kita buat. Alhasil, 9GAG sangat berpotensi digunakan untuk media promosi secara humoris, efektif, dan gratis tentunya!

     Pada Desember 2011, 9GAG telah mencatat 1 milliar pageviews  bulanan dan menempati Alexa rank 253 situs paling populer di dunia. 9GAG telah berkembang pesat menjadi industri kreatif yang 'kehujanan kreativitas' dari para user-nya.

    Kedua contoh di atas merupakan sebagian contoh kecil dari betapa hebatnya kekuatan social media. Keduanya sama-sama sukses dan mempunyai beberapa persamaan:
  1. Ide yang unik
  2. Konsep yang kreatif
  3. Brand yang berkarakter
  4. Dikemas secara menarik!

     Namun sayangnya, berbagai situs social media ini juga sering digunakan oleh oknum tertentu untuk melancarkan propaganda. Propaganda ini dilakukan dengan melakukan pencitraan dan mengarahkan pembaca dalam pembentukan opini tertentu. Ya, social media memang begitu mengerikan, seperti api, bisa memberi keuntungan yang luar biasa atau memberi kehancuran yang tak terduga. Social media adalah sebuah kekuatan super. Berhubung kita adalah orang yang (semoga) kreatif dan inovatif, mari gunakan social media secara positif semaksimal mungkin!

       Go business, go social media! Seperti apa yang dilakukan Prasetiya Mulya Business School, mereka mengaplikasikan bisnis ke berbagai aspek potensi yang ada. Benar-benar patut dicontoh.

No comments:

Post a Comment