8 November 2012

[true story] Kompilasi Pengalaman Eksistensi Interdimensional

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami hal-hal yang absurd  di hidup kita. Malahan, terkadang hal-hal yang sering kita anggap absurd itu nggak cuma keliatan absurd aja, tapi juga keliatan ngeyel sama hukum fisika. Melayang, transparan, untouchable, dan kemunculannya yang mak jegagik adalah beberapa contoh konsekuensi dari ke-ngeyel-an tersebut :p Termasuk saya sendiri pernah mengalaminya secara langsung. Kalo ditanya berapa kali? Entahlah, tapi yang jelas lebih dari satu.

Okelah, mari kita mulai saja menguak memori-memori itu :D Ojo wedi lho! wahaha


1. What was that?! - sometime in 1999/2000 @ Rumah Simbah

Kejadian ini udah lama banget, pas aku masih TK sekitar tahun 1999 atau 2000. Waktu itu aku lagi maen sama tetangga, teman se-TK, sekaligus saudaraku yang bernama Indra. Kami maen di rumah simbah kami karena emang rumahku, rumah Indra, dan rumah simbahku itu cuma tetanggaan aja. Sedangkan rumah Indra dan rumah simbahku masih dalam satu komplek kebun, cuma dibatasi pagar.
 

Setelah pulang dari TK, aku sama Indra langsung janjian maen di rumah simbah. Pas itu di rumah simbahku cuma ada aku, Indra, sama Om-ku (sebut aja om Rudi) yang lainnya lagi pada pergi. Aku sama Indra lagi di kolam simbah maen kapal-kapalan dari kayu yang udah dibuatin sama om Rudi, kebetulan emang om Rudi ini emang orangnya kreatif dan produktif. Tapi pas kita lagi maen, om Rudi izin pergi katanya mau fotokopi dulu, jadilah cuma aku sama Indra aja yang jadi penunggu rumah.

Beberapa saat kemudian, karena udah capek maen, aku ngajak Indra buat minum nutrisari di dalem rumah. Kami pun langsung bergegas meninggalkan kolam di kebun dan berniat masuk rumah. Oiya, sebelumnya, pintu yang membatasi antara kebun dan rumah simbahku itu double door, pintu sekaligus bisa buat jendela gitu, mirip kayak kulkas yang dua pintu. Nah, pas waktu itu, bagian atas pintu itu (jendela) dalam keadaan terbuka. Sebelum masuk rumah, aku sama Indra ngobrol dulu tepat di samping pintu itu (bukan di depannya lho). 


Pas lagi ngobrol, karena aku yang menghadap pintu itu, tiba-tiba aku liat ada sesuatu yang keluar dari jendela itu. Itu... 
ITU TANGAN! Sebuah tangan yang dengan asyiknya bersandar di jendela yang menganga! Ngawe-awe. Aku masih ingat betul tangan itu, kulitnya gelap, besar, dan berbulu, singkat kata, mirip tangan hewan primata semacam gorilla, cuma waktu itu gak ngitung sih berapa jarinya.

"Woh! Opo kuwi ndra?" tanyaku. Indra bergegas berbalik badan.
"Ah om rudi ki medeni," jawab Indra.

Kami berdua langsung menghampiri tangan tersebut. Bahkan aku sempet pengen megang tangan itu -_- langkah demi langkah kami semakin mendekat.... dan ketika kami menengok ke dalam pintu... Jeng jeng! Tak ada apapun yang kulihat, kecuali sesosok 'sesuatu' besar hitam gelap dan dua buah mata yang menyala merah mirip LED superbright!

"Waaaaaaaaaaaaaaaa!", refleks kami berdua langsung lari.

Kami berdua lari ke halaman rumah Indra dan *klothak!* Indra ngambil dua buah kerikil yang langsung ditembakkan ke arah pintu itu. Indra langsung manggil bapaknya dan cerita apa yang barusan terjadi. Beberapa saat kemudian, Kami berdua plus bapaknya Indra langsung ngecek ke TKP lagi and... kosong. 

Everything seemed normal.
So, What was that?!

Tunggu cerita selanjutnya! Sekarang belajar dulu \m/

No comments:

Post a Comment