13 February 2013

Worth it


Menurut pengamatan di sekitar lingkungan penulis, tidak jarang saya menemui tipe-tipe orang yang bisa dikategorikan sebagai golongan pesimis dan/atau skeptis dalam decision making. Sebagian besar dari kita pasti juga pernah mengalaminya pada suatu saat, begitu juga dengan saya sendiri. Ungkapan seperti "sinau ra sinau podo wae" dan berbagai ungkapan lain yang seakan menyetarakan antara 0 dan 1, telah menjadi patokan dalam mencari pembenaran, seakan menjadi  bottleneck niat dan motivasi yang seharusnya dapat berkembang. Kalo dipikir-pikir sih, mindset semacam itu muncul karena ketidakyakinan diri sendiri terhadap usaha yang dikorbankan untuk menggapai tujuan. Padahal, menurut saya tidak ada usaha yang sia-sia di dunia ini. Hampir mirip dengan hukum konservatif energi fisis, usaha yang positif akan memberikan pengaruh positif terhadap hasil, begitu juga sebaliknya.

Semua usaha selalu memberikan hasil. Jika terlihat belum membuahkan hasil, berarti jumlah usaha dan ridho-Nya belum mencukupi untuk membuka segel pencapaian. Namun, bisa juga segel pencapaian tersebut sengaja ditutup oleh-Nya dan diberi direct access ke pencapaian yang lain. 'Pencapaian' always come at a price. If you can't get one, you would still hold the money you have, you can spend them on another 'pencapaian'

'price' = usaha minimal, 'money' = jumlah usaha
***

"Dan barang-siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah, niscaya ia akan menerima pahala-Nya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan sebesar biji zarah, niscaya ia akan menerima balasannya"(Q.S. Az-Zalzalah ayat 7-8)


 ***
Oleh karena itu, jangan pernah takut untuk berusaha, apalagi berada di dalam koridor ibadah :)
Tidak ada yang sia-sia. Tidak ada yang kebetulan.