8 January 2014

big mouth on TiVi has gained its fame

Lama gak nonton tivi, sekalinya nonton pas acara H*tam Put*h di TR7.
Kebetulan acara itu menghadirkan F*rh*t Abb*s sama DP.

Baru kali ini saya liat orang yang bernama F*rh*t Abb*s di televisi (sebelumnya cuma sekedar tau dari socmed). Dari caranya bicara dan berargumen, keliatan banget dia ini tipe orang yang gak mau kalah, haram untuk mengalah. Dia memuaskan dirinya dengan membicarakan dan memojokkan orang lain. Apalagi gaya ngeles sama counter-argumentnya itu konyol banget, terlalu imajinatif, kebanyakan omong kosong, bikin ngakak sekaligus emosi. Sebenernya sifat kayak om FA ini bisa dimaklumi kok..... seandainya dia masih anak-anak. Entahlah, mungkin pertumbuhan volume otaknya tak sebanding dengan pertumbuhan badannya. Atau bisa jadi dia ini kebalikannya Conan, sebenarnya dia adalah seorang anak-anak yang terjebak dalam tubuh dewasa #duh

Biasanya sih karakter kayak om FA itu muncul karena orang yang bersangkutan jarang atau bahkan gak pernah introspeksi, gak pernah melihat ke bawah, gak pernah ngaca. Keliatan banget dia ini gak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang lain terhadap ucapannya atau aftermath dari omongannnya. All he cares is just trying hard to win over somebody's arguments, even if his arguments are wrong. Coba aja tipe orang kayak gitu dikasih pertanyaan yang bikin dia terpaksa melihat dirinya sendiri, semisal "apa kekurangan yang ada pada diri anda?","apa yang orang lain banggakan terhadap anda?", atau "seberapa bersyukur kah anda?", pasti dia akan kesulitan menjawab. Bahkan di acara itu, hostnya (DC) sempat melemparkan pertanyaan "Kalo kelebihan anda apa?" ke om FA ini. Dalam beberapa detik, si FA ini langsung diem gak bisa jawab haha, tapi seperti biasa, dia mulai membual dengan jawaban yang gak ada hubungannya.

Cara menghadapi orang kayak gini tuh sebenernya gampang, tinggal tell the truth, nasehatin, senyum, diem aja, dan bersabar. Mungkin kamu sakit ketika mendengar omong kosong orang tersebut, tapi ketahuilah bahwa orang tipe kayak gitu sebenernya lebih sakit kalo didiemin. Biarkan dia memperlihatkan kebodohannya sendiri di depan publik. Kelak dia akan segera syadar dan bertaubat. (applicable in most cases)

In the end, ternyata orang ini lebih lawak daripada yang saya kira. Selamat, Pak! Anda memang cocok jadi capres republik badut :))

PS: Name censored to avoid google or webcrawlers tagging this post with dat name. Yes, stop making stupid people famous. lol