28 May 2014

Tentang Mimpi

Bermimpi memang menciptakan misteri.
Terkadang, tak semua yang kita impikan jadi kenyataan.
Tak jarang juga, apa yang kita impikan justru terjadi dengan sendirinya, dengan atau tanpa kita sadari.

Aku pun suka bermimpi, berkhayal, menembus tebalnya tembok realitas yang dibangun atas persepsi orang lain.
Mereka menyebutnya daydreamer.
Yes, I'm a daydreamer. Actually, a big one. I do a lot of thoughts.
Aku berani menciptakan duniaku sendiri. Sembari membayangkan dimensi ruang dan waktu yang terlipat dengan mudahnya di dalam pikiranku. Aku bahkan terbuai oleh kelihaianku ini.

Hingga akhirnya, aku menyadari, bahwa aku sedang terbenam oleh khayalanku sendiri.
Angan-angan yang selama ini terurai dari pikiranku, perlahan memudar karena tak kuat oleh dinginnya realitas busuk yang mengikis pondasinya. Pelan namun pasti, aku mulai kehilangan setiap detail. Sulit rasanya melepas sesuatu yang telah dibangun sedemikian rupa, meski ia hanya sebatas khayal sekalipun.

Namun saat mataku terbuka lebih lebar, aku bergegas menyadari bahwa masih ada angan-angan yang tertinggal di ujung sana. Ia masih berdiri dengan kokohnya. Alih-alih ikut terkikis, Ia justru melebur dengan realitas itu.

Dia lah residu angan-angan, yakni sisa-sisa mimpi yang dibangun atas realitas.
Aku menyebutnya mimpi yang terwujudkan.

16 May 2014

Ice Breaking

Jadi ceritanya...

Saya bukanlah orang yang jago basa-basi, terutama sama makhluk yang namanya cewek.
Cewek? Iya, kadang kita bertemu, tapi tak sampai tuk bertegur sapa, bukannya saya besar kepala, tapi hanya terpana #plak. Gak dink. Saya cuma menghindari kemungkinkan terjadinya situasi-situasi canggung yang mungkin akan cukup sangat aneh bila terjadi.

Bayangin aja, udah berhadapan dengan lawan bicara tapi ga tau harus ngomong apa, karena emang ga ada yang mau diomongin. Akhirnya kamu pun terpaksa meracau dengan mengucap benda random yang ada di sekitar >.<

Kalo situasi canggung itu terjadi sama cowok sih ga masalah, masih bisa diakalin pake guyonan nanggung plus ketawa maksa. Trus kalo sama cewek? heuheuheu I just can't handle it (at least for now), kalo salah berucap mungkin bisa menentukan image-mu di mata mereka. Selamanya. Eh gak juga sih. Ya udah mendingan diem aja kali ya :P

Akibatnya? ketemu orang yang dikenal, niatnya sih  mau nyapa, eh keburu situasi canggung, akhirnya cuma buang muka XD

Imbasnya anyep pun menyergap dengan seketika. Kemudian atmosfer berubah menjadi anyep.
Di tengah situasi itu, tiba-tiba seseorang menyeruak.
"Halo"
Deg.
Kalo ngomongin ini dia bad mood gak ya
Kalo ngomongin itu dia tersinggung gak ya
Gimana kalo gue diem aja dan pura-pura gak denger
Ah..
Mungkin diriku yang terlalu berhati-hati,
hingga muncul pertanyaan dalam pikiranku,
begitu bersinar kah pribadi seorang wanita di hadapanku hingga mampu menyurutkan keberanianku? bahkan hanya untuk menyapanya sekalipun?

Not really, or maybe,
you're just waaaaay out of my league.

Ya, barangkali memang begitu adanya.
Itu pun tak jadi masalah.
Selagi aku masih bisa berlari menandingimu, mari berlari bersama setelahnya ;)



#malahngopo #racetho #karangyoselo haha

8 May 2014

Nikmatnya Merasa Terpelajar

Halo,
lama tak bersua melalui media ini,
dikarenakan sang penulis yang (sok) sibuk ngurus ini itu,
tapi di sela-sela ke(sok)sibukan itu, minggu ini dapet pelajaran yang wenaak banget lah
bukan cuma pengalaman diri sendiri aja, tapi juga pengalaman yang terjadi pada teman maupun lingkungan sekitar saya,
intinya sih jangan takut untuk berusaha, jangan ragu untuk mencoba berpendar dengan dirimu sendiri
karena toh semua ada balasannya. Somehow it makes me feel stronger.
Seperti quote-nya seseorang: kesuksesan adalah residu dari usaha. Sebenernya saya udah pernah nulis topik ini dulu, tapi ya waktu itu cuma jadi uap pikiran semu sih haha

Ada baiknya observasi lagi segala hal di sekitar dengan lebih jeli,
maka kamu akan menemukan jauuhh lebih banyak alasan untuk bersyukur daripada menggerutu :D