28 May 2014

Tentang Mimpi

Bermimpi memang menciptakan misteri.
Terkadang, tak semua yang kita impikan jadi kenyataan.
Tak jarang juga, apa yang kita impikan justru terjadi dengan sendirinya, dengan atau tanpa kita sadari.

Aku pun suka bermimpi, berkhayal, menembus tebalnya tembok realitas yang dibangun atas persepsi orang lain.
Mereka menyebutnya daydreamer.
Yes, I'm a daydreamer. Actually, a big one. I do a lot of thoughts.
Aku berani menciptakan duniaku sendiri. Sembari membayangkan dimensi ruang dan waktu yang terlipat dengan mudahnya di dalam pikiranku. Aku bahkan terbuai oleh kelihaianku ini.

Hingga akhirnya, aku menyadari, bahwa aku sedang terbenam oleh khayalanku sendiri.
Angan-angan yang selama ini terurai dari pikiranku, perlahan memudar karena tak kuat oleh dinginnya realitas busuk yang mengikis pondasinya. Pelan namun pasti, aku mulai kehilangan setiap detail. Sulit rasanya melepas sesuatu yang telah dibangun sedemikian rupa, meski ia hanya sebatas khayal sekalipun.

Namun saat mataku terbuka lebih lebar, aku bergegas menyadari bahwa masih ada angan-angan yang tertinggal di ujung sana. Ia masih berdiri dengan kokohnya. Alih-alih ikut terkikis, Ia justru melebur dengan realitas itu.

Dia lah residu angan-angan, yakni sisa-sisa mimpi yang dibangun atas realitas.
Aku menyebutnya mimpi yang terwujudkan.

No comments:

Post a Comment