2 February 2015

What's around your house?

Apa yang biasa kalian lakukan kalau liburan? Saya tahu, mungkin kalian akan pergi ke pantai atau lihat gunung. Sama, saya juga.

Lalu apa yang biasa kalian lakukan kalau tidak ada kerjaan? Bahkan ketika wifi sedang down dan mau nyari sinyal hape saja susahnya minta ampun? Kalau saya sih bakalan tidur. Tapi kali ini spesial. Alih-alih menuju ruang tidur, saya malah menanjak anak tangga menuju loteng rumah. Apalagi kalau bukan demi melihat sinyal fullbar terisi penuh. Maklum, saya sedang sok sibuk saat itu.

Ini pertamakalinya dalam sekian minggu saya pergi ke loteng saat siang hari. Sesaat saya telah sampai di atas, saya merasa tinggi.  Menarik sekali, saya baru menyadari kenapa loteng dibangun di atas. Karena kalau di bawah namanya basement *slow clap*. Konon katanya, perjalanan ke loteng ini merupakan sebuah perjalanan yang cukup berat. Seberapa beratnya itu tergantung berat badan anda. Perjalanan saya sih tidak berat-berat amat. 

Dan alhamdulillah, misi saya untuk mendapatkan sinyal fullbar tercapai juga pada saat itu. Tapi semua tak berjalan seperti apa yang diharapkan. Meski sinyal sudah fullbar, kecepatan akses internet yang saya dapatkan hanya 0kbps. Konstipasi macam apa ini huh kzl.

Ya sudah, saya tidak bisa apa-apa. Saya mencoba mengamati sekeliling saya. Sepertinya ini tidak buruk-buruk amat. Sebenarnya kalau bisa dikatakan, pemandangan dari loteng rumah saya ini cukup menyenangkan. Masa bodoh dengan tai kelelawar yang berserakan dimana-mana. Organisme lain justru bisa menikmatinya, kenapa saya tidak? *kemudian ngemplok tai*

Bukan, tentu saja tidak. Masih banyak hal lain yang masih bisa dinikmati dari loteng ini. Seperti loteng depan rumah saya yang satu ini. Balkon kecil dengan genteng yang warna warni <3

really love the view

Entah untuk siapa ini dibuat. Saya sempat berpikir ini markas bangsa dwarf karena memiliki pintu yang tingginya kurang dari 1 meter.

 somehow it's kinda lovely place

Dari sudut pandang ini, bisa ditarik garis lurus hingga alun-alun utara kota. Pengen lihat yang njendul-njendul? Gampang! Tinggal tengok ke kiri, maka akan terlihat gunung merapi dan merbabu dengan cukup jelas. Bahkan dulu waktu erupsi 2006 dan 2010 saya sering melihat guguran lava sewaktu malam hari dari sini. Sewaktu tahun baru juga begitu, saya sekeluarga juga sering ngumpul bareng di balkon ini demi menikmati pesta kembang api yang biasanya dipusatkan di nol kilometer dan alun-alun utara.

set your eyes wide open, swing them from left to right

sebaik-baik loteng adalah tempat menyetrika baju dan menjemurnya

ini tandem banyu dan sumur

mari bercocok tanah

sendal swallow what are you doing here

tengok kanan

kenari ngebet kawin. sama kayak yang punya.

the wooden door of the ironing place

jepitan baju, digunakan untuk menjepit

are you going down

watch your head

the relic of grandfather

balkon selatan tengok kiri

balkon selatan tengok kanan

dan saya bukan ingin menyebrang jalan.

mari kita berpindah tempat

 something on the mirror. Guess what? a reflection

 bunga dan saklar. dicium dan ditekan.

 standing still

there was no penny, not even gopek

my father's bookshelf, windows 3.1 computer, and dot matrix printer. They were still working by the time I was 6.

Begitulah hasil keseloan saya. Mampir ke medreza.vsco.co juga ya mz mb.
.