14 February 2018

Miss you

Sungguh, aku rindu menulis. Sudah lama sekali rasanya ga menulis tanpa harus ada persamaan matematis. Sebenarnya aku sempat beberapa kali login ke blogger karena moodku saat itu hanya ingin menulis, tapi gagal. Untuk menentukan kata pertamapun aku selalu gagal. Lagi-lagi kukurungkan niatku buat mulai menulis, karena kehilangan mood saat di tengah korpus itu bikin meringis. Flow kata-kata di otakku sebenarnya cepat dan cukup enak dibaca, setidaknya menurutku. Entah kenapa kata2 yg sudah tersusun rapi di otakku tersebut selalu berantakan ketika aku tulis maupun aku ucapkan. Kalian yang mengenalku di dunia nyata pasti paham, ketika aku bicara, aku seringkali kebingungan menyusun kata-kata sesuai standar baku. Ga jauh beda sama anak SD lagi belajar ngomong. Seandainya dari dulu sudah ditemukan alat yang otomatis menerjemahkan sinyal otak menjadi tulisan atau ucapan, hmm pastilah aku sekarang sudah punya banyak buku atau jadi pembicara di seminar mlm.

No comments:

Post a Comment